Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IKN Tandatangani Kerja Sama Rp4 Triliun untuk Percepatan Pembangunan

Otorita IKN resmi menandatangani PKS proyek perumahan dan investasi swasta senilai total Rp4,04 triliun, melibatkan lima perusahaan di sektor pangan, mebel, komersial, kuliner, dan olahraga.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
IKN Tandatangani Kerja Sama Rp4 Triliun untuk Percepatan Pembangunan📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali mengalami percepatan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada 14 Oktober 2026 di Glamping IKN, kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara. Dalam kesempatan tersebut, Otorita IKN menandatangani dua proyek KPBU sektor perumahan dan lima kerja sama investasi langsung swasta murni, dengan total nilai mencapai Rp4,04 triliun. Proyek-proyek ini mencakup pembangunan 8 tower rumah susun untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) senilai Rp2,629 triliun, serta lima investasi swasta di bidang pangan, mebel, komersial, kuliner, olahraga, dan fasilitas pendukung.

Pada sektor perumahan, PT Nindya Karya bersama PT Nindya Estate Management menjadi pemrakarsa pembangunan 288 unit rumah susun di Wilayah Perencanaan (WP) 1A. Proyek ini menempati lahan seluas 6,84 hektare dan berdiri di atas konsep hunian berkelanjutan untuk ASN, dengan total nilai investasi Rp2,629 triliun. Di sisi lain, PT Intiland Development Tbk melalui Badan Usaha Pelaksana PT Seratus Sembilah Nusantara menandatangani PKS untuk pembangunan 109 rumah tapak ASN di WP 1B, menempati lahan 9,17 hektare yang terbagi menjadi dua persil. Proyek ini diperkirakan selesai pada Triwulan IV 2028, dengan masa kerja sama 10 tahun terdiri dari 2 tahun konstruksi dan 8 tahun layanan.

Di sektor non-perumahan, lima pelaku usaha menandatangani kerja sama langsung swasta murni. PT Berdikari (Persero) akan mengembangkan Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) di WP 3 dengan lahan 17,27 hektare dan investasi Rp177 miliar. PT Laziz Nusantara Grup akan membangun Arabic Resto, gerai gelato, dan gedung serbaguna di KIPP 1B seluas 0,54 hektare dengan nilai investasi Rp10 miliar. PT FYP Karya Perdana akan menghadirkan Teras Padu sebagai fasilitas olahraga dan komersial di KIPP 1A, dengan lahan 0,45 hektare dan nilai investasi Rp20 miliar. PT Java Teak Indo akan membuka showroom mebel khas Jepara dan kantor di KIPP 1A, menempati lahan 0,2 hektare dengan investasi Rp1,5 miliar. Sementara itu, PT Indonesia Belt Road High Tech Development Park mengembangkan Grand Vista Nusantara di KIPP 1B, mencakup komersial, apartemen, dan perkantoran di lahan 3,57 hektare dengan nilai investasi Rp1 triliun.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa pembangunan IKN tidak hanya bergantung pada anggaran APBN, tetapi juga didukung oleh skema KPBU, investasi swasta, dan hibah. Ia menyampaikan rasa syukur atas keterlibatan berbagai pihak dalam mendorong percepatan ekosistem kota baru. Di sisi lain, Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepada UMKM daerah, menilai bahwa kehadiran pelaku usaha dari Jepara di IKN menjadi bukti bahwa kota baru ini terbuka bagi semua lapisan masyarakat dan pelaku ekonomi lokal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya