Kamis, 8 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Dorong Keamanan AI Sejak Rancangan Awal

Kementerian Komunikasi dan Digital menegaskan dukungan terhadap pendekatan safety by design dalam pengembangan kecerdasan buatan, menolak perlambatan riset namun menekankan kewajiban mitigasi risiko sejak tahap awal.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 17.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Indonesia Dorong Keamanan AI Sejak Rancangan Awal📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Komunikasi dan Digital menyatakan sikap tegas terhadap isu keamanan teknologi kecerdasan buatan, menekankan pentingnya integrasi prinsip keamanan sejak proses perancangan. Menteri Komdigi Meutya Hafid menegaskan bahwa Indonesia tidak mendukung perlambatan riset AI, melainkan mendorong pendekatan yang lebih hati-hati dan bertanggung jawab dalam setiap tahap pengembangan. Ia menekankan bahwa kecepatan inovasi tidak boleh mengorbankan aspek keselamatan sistem.

Menurut Meutya, banyak teknologi AI saat ini belum dilengkapi dengan desain keamanan yang memadai, sehingga membutuhkan pendekatan sistematis untuk memitigasi potensi bahaya. Ia menilai bahwa keberadaan AI yang canggih harus diiringi dengan proses evaluasi dan pengendalian yang matang, bukan sekadar respons setelah muncul risiko. Pendekatan safety by design, menurutnya, merupakan langkah strategis untuk mencegah dampak negatif jangka panjang.

Dukungan terhadap prinsip ini hadir dari berbagai tokoh global, termasuk CEO Anthropic Dario Amodei, yang meminta penundaan sementara peningkatan kemampuan model AI. Seruan serupa juga disampaikan oleh CEO OpenAI Sam Altman dan pendiri xAI Elon Musk, yang mengkhawatirkan risiko eksistensial dari AI yang tidak terkendali. Namun, tidak semua pihak sejalan, seperti CEO Meta Mark Zuckerberg yang percaya pasar dan tanggung jawab hukum sudah cukup menjadi penjaga utama keamanan.

Di sisi lain, beberapa tokoh dunia, termasuk mantan Presiden AS Donald Trump, menilai kekhawatiran terhadap AI berlebihan dan menyebutnya sebagai hoaks. Trump menekankan bahwa AS telah memiliki sistem pengawasan yang memadai dan memperingatkan bahwa pembatasan berlebihan justru bisa merugikan daya saing nasional, terutama dalam kontestasi global dengan negara lain seperti China. Pendapat serupa juga disampaikan oleh CEO Nvidia Jensen Huang, yang menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara inovasi dan regulasi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya