Indonesia Dorong Keamanan AI Sejak Rancangan Awal
Kementerian Komunikasi dan Digital menegaskan dukungan terhadap pendekatan safety by design dalam pengembangan kecerdasan buatan, menolak perlambatan riset namun menekankan kewajiban mitigasi risiko sejak tahap awal.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 17.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Komunikasi dan Digital menyatakan sikap tegas terhadap isu keamanan teknologi kecerdasan buatan, menekankan pentingnya integrasi prinsip keamanan sejak proses perancangan. Menteri Komdigi Meutya Hafid menegaskan bahwa Indonesia tidak mendukung perlambatan riset AI, melainkan mendorong pendekatan yang lebih hati-hati dan bertanggung jawab dalam setiap tahap pengembangan. Ia menekankan bahwa kecepatan inovasi tidak boleh mengorbankan aspek keselamatan sistem.
Menurut Meutya, banyak teknologi AI saat ini belum dilengkapi dengan desain keamanan yang memadai, sehingga membutuhkan pendekatan sistematis untuk memitigasi potensi bahaya. Ia menilai bahwa keberadaan AI yang canggih harus diiringi dengan proses evaluasi dan pengendalian yang matang, bukan sekadar respons setelah muncul risiko. Pendekatan safety by design, menurutnya, merupakan langkah strategis untuk mencegah dampak negatif jangka panjang.
Dukungan terhadap prinsip ini hadir dari berbagai tokoh global, termasuk CEO Anthropic Dario Amodei, yang meminta penundaan sementara peningkatan kemampuan model AI. Seruan serupa juga disampaikan oleh CEO OpenAI Sam Altman dan pendiri xAI Elon Musk, yang mengkhawatirkan risiko eksistensial dari AI yang tidak terkendali. Namun, tidak semua pihak sejalan, seperti CEO Meta Mark Zuckerberg yang percaya pasar dan tanggung jawab hukum sudah cukup menjadi penjaga utama keamanan.
Di sisi lain, beberapa tokoh dunia, termasuk mantan Presiden AS Donald Trump, menilai kekhawatiran terhadap AI berlebihan dan menyebutnya sebagai hoaks. Trump menekankan bahwa AS telah memiliki sistem pengawasan yang memadai dan memperingatkan bahwa pembatasan berlebihan justru bisa merugikan daya saing nasional, terutama dalam kontestasi global dengan negara lain seperti China. Pendapat serupa juga disampaikan oleh CEO Nvidia Jensen Huang, yang menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara inovasi dan regulasi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Dorong Perlindungan Anak dalam Tata Kelola Kecerdasan Buatan Global
Menteri Komunikasi dan Digital menegaskan perlindungan anak harus menyertai perkembangan AI, dengan mengusung kolaborasi global dan integrasi hak anak sejak desain teknologi.
8 Oktober 2026

Amran Sulaiman Sidak Kementan, Temukan Pegawai Merokok dan Meja Kosong
Menteri Pertanian Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak ke dua direktorat di Jakarta, menemukan pelanggaran disiplin, meja kosong tanpa keterangan, dan potensi penyalahgunaan data penyaluran benih.
8 Oktober 2026

Pertamina Perkuat Transisi Energi dengan PLTS, Biofuel, dan Teknologi Penangkapan Karbon
Pertamina mempercepat transisi energi rendah karbon melalui PLTS, bahan bakar nabati, dan CCS, sekaligus menjaga keandalan pasokan dan aksesibilitas energi bagi masyarakat.
8 Oktober 2026

Teknologi Tangkap Karbon Kurangi Emisi 95% di Pabrik Kimia
Teknologi penangkap karbon yang diuji coba di PT Petrokimia Gresik mampu menekan emisi karbon hingga 95 persen, dengan hasil sampingan berupa soda ash yang sebelumnya banyak diimpor.
8 Oktober 2026
Berita Lainnya

Bechi Kembali Dibui Setelah Bebas Bersyarat Dicabut
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.52 WITA

IHSG Melemah Akibat Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.52 WITA

KPK Periksa Empat Saksi Terkait Kasus Korupsi di BPN
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.52 WITA

KNMP Sungai Padang Segera Beroperasi, Fokus Perkuat Ekonomi Nelayan
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.51 WITA

Pengamat Hukum Soroti Penerapan RJ pada Kasus Narkoba Anggota DPRD
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.51 WITA

KPK Periksa Belasan Swasta dan ASN Terkait Kasus Suap Bupati Langkat
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.51 WITA

Surabaya Perluas Bopda untuk Ponpes, Dorong Keadilan Pendidikan
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.50 WITA

Pertumbuhan Ekonomi Tidak Cukup Tanpa Keadilan Sosial
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.50 WITA

