Senin, 12 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Dorong Penelitian Koleksi Raden Saleh di Belanda

Pemerintah Indonesia melalui Menteri Kebudayaan mendorong kolaborasi penelitian bersama Belanda untuk menelusuri asal-usul karya Raden Saleh dan sisa manusia dalam koleksi Verhoeven sebagai langkah memperluas pemulangan benda budaya bersejarah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 09.25 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
Indonesia Dorong Penelitian Koleksi Raden Saleh di Belanda📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Republik Indonesia kini memperkuat upaya pemulangan benda-benda budaya bersejarah melalui pendekatan akademik bersama Belanda. Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengumumkan dukungan penuh terhadap inisiatif penelitian bersama yang bertujuan mengungkap asal-usul koleksi karya seni Raden Saleh serta sisa-sisa manusia yang termasuk dalam Koleksi Theodor Verhoeven, yang masih disimpan di lembaga budaya di Belanda.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat dokumen historis dan legalitas kepemilikan terhadap benda-benda budaya Indonesia yang tersebar di luar negeri. Penelitian yang melibatkan sejarawan, arkeolog, dan pakar etnografi dari kedua negara diharapkan dapat memberikan dasar kuat bagi proses pemulangan secara resmi dan berkelanjutan.

Kegiatan ini juga menekankan pentingnya dokumentasi ilmiah yang akurat, termasuk identifikasi latar belakang sejarah dan konteks budaya dari setiap artefak. Dengan pendekatan ilmiah, pemerintah ingin memastikan bahwa setiap upaya pemulangan dilakukan dengan pertimbangan akademik yang mendalam, bukan sekadar simbolik.

Tujuan utama dari inisiatif ini adalah memperluas cakupan pemulangan benda budaya, tidak hanya karya seni, tetapi juga artefak bersejarah yang memiliki nilai spiritual dan identitas kolektif bagi masyarakat Indonesia. Dengan kolaborasi internasional yang transparan, diharapkan dapat membangun kerangka kerja sama yang berkelanjutan dalam pengelolaan warisan budaya global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya