Indonesia Ikut Walk Out Saat Netanyahu Berpidato di PBB
Indonesia bersama 76 negara lainnya melakukan walk out saat Perdana Menteri Israel berpidato di Sidang Majelis Umum PBB, menegaskan penolakan terhadap kekerasan dan pelanggaran hukum internasional di wilayah Palestina.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 23.04 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Delegasi Indonesia memutuskan keluar dari ruangan Sidang Majelis Umum PBB di New York saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan menyampaikan pidato, sebagai bentuk protes terhadap aksi kekerasan yang terus berlangsung di wilayah Palestina. Aksi tersebut dilakukan sebelum pidato dimulai, menandai sikap tegas Jakarta terhadap pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan kemanusiaan yang dilaporkan terjadi di Gaza dan daerah pendudukan.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menegaskan bahwa langkah walk out ini merupakan ekspresi solidaritas kepada rakyat Palestina serta penolakan terhadap kebijakan Israel yang dianggap melanggar hukum internasional. Pernyataan resmi menyebutkan bahwa aksi ini dilakukan bersama negara-negara yang memiliki posisi sejalan, guna menekankan bahwa kekerasan terhadap warga sipil dan pelanggaran hukum tidak dapat dibiarkan berlanjut tanpa konsekuensi.
Total sebanyak 77 negara ikut dalam aksi walk out massal, termasuk Indonesia, yang menunjukkan koalisi internasional yang semakin kuat dalam menuntut penghentian konflik dan perlindungan terhadap warga sipil Palestina. Langkah ini menjadi refleksi dari kebijakan luar negeri Indonesia yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina serta menolak segala bentuk agresi militer yang tidak sesuai prinsip hukum internasional.
Pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa Indonesia tetap berkomitmen untuk memperjuangkan solusi damai berbasis dua negara, dengan dukungan terhadap keberlangsungan proses perdamaian yang adil dan berkelanjutan. Aksi walk out di PBB bukan sekadar simbol, tetapi bentuk komitmen nyata bahwa Indonesia akan terus menjadi suara bagi yang terpinggirkan dalam konflik global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Prancis Siap Perkuat Pertahanan Pelabuhan Yanbu Hadapi Ancaman Houthi
Prancis akan mengirimkan pasukan, radar, dan sistem pertahanan ke Pelabuhan Yanbu Arab Saudi untuk melindungi jalur ekspor minyak pasca-serangan Houthi, tanpa terlibat langsung dalam konflik.
25 September 2026

China Perluas Layanan Lapor Diri Online untuk Turis
China meluncurkan aplikasi digital untuk pelaporan kedatangan wisatawan asing yang menginap di luar hotel, memudahkan proses administrasi tanpa perlu ke kantor polisi.
25 September 2026

Meta Perkenalkan Kacamata AI ke Pasar Indonesia
Kacamata pintar generasi terbaru dari Meta, termasuk Ray-Ban Audio AI dan Gen 3, dipastikan akan hadir di Indonesia akhir tahun ini dengan fitur audio canggih dan dukungan AI berbasis asisten virtual.
25 September 2026

Anak 14 Tahun Jadi Korban Dugaan Persetubuhan di Pasar Rebo
Polres Metro Jakarta Timur menangani kasus dugaan persetubuhan terhadap anak perempuan 14 tahun dengan pendampingan psikolog dan penanganan hukum sesuai UU KUHP.
25 September 2026
Berita Lainnya

Minat Investor Indonesia ke Saham AS Melesat
Jumat, 25 September 2026, 23.26 WITA

Komisaris MEDC Lepas 3 Juta Saham, Kepemilikan Menyusut
Jumat, 25 September 2026, 23.26 WITA

Menkomdigi Dorong Telin Jadi Jembatan Digital Indonesia Global
Jumat, 25 September 2026, 23.26 WITA

BRI Money Changer Hadir di Titik Strategis untuk Kemudahan Tukar Valas
Jumat, 25 September 2026, 23.25 WITA

OJK Cabut Izin BPRS Musyarakah Ummat Indonesia
Jumat, 25 September 2026, 23.25 WITA

Danantara Dilibatkan Perkuat Pengelolaan Dana Pensiun BUMN
Jumat, 25 September 2026, 23.25 WITA

Mendag Perkuat Komunikasi dengan Ritel Atasi Kelangkaan Beras Premium
Jumat, 25 September 2026, 23.25 WITA

CIMB Niaga Dapat Dua Penghargaan Global untuk Pembiayaan Berkelanjutan
Jumat, 25 September 2026, 23.24 WITA

