Minggu, 4 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Incar Teknologi Norwegia untuk Perluas PLTA

Pemerintah berencana memperkuat pembangkit listrik tenaga air dengan mengadopsi teknologi dan pengalaman Norwegia yang mengandalkan air sebagai sumber utama listrik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 15.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Indonesia Incar Teknologi Norwegia untuk Perluas PLTA📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indonesia tengah menyiapkan strategi baru dalam pengembangan energi terbarukan dengan fokus pada pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Langkah ini diambil berdasarkan kajian mendalam terhadap model pengelolaan energi yang sukses diterapkan di negara-negara maju, khususnya Norwegia. Negara Skandinavia tersebut mampu memenuhi hampir 90 persen kebutuhan listrik nasionalnya dari sumber air, sebuah pencapaian yang menjadi acuan bagi Indonesia dalam memaksimalkan potensi sungai besar di berbagai wilayah.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan bahwa kolaborasi teknis dengan Norwegia menjadi prioritas dalam mempercepat transformasi energi nasional. Dalam pertemuan di Jakarta, ia menekankan pentingnya mempelajari pengalaman negara yang telah mengintegrasikan PLTA secara efisien dalam sistem kelistrikan jangka panjang. Dengan adopsi teknologi dan pengetahuan dari Norwegia, Indonesia berharap bisa mengoptimalkan potensi hidrologi lokal yang saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

Rencana pengembangan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan porsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional. Berdasarkan data terbaru, kapasitas terpasang PLTA hingga akhir 2025 mencapai 7.587,4 Mega Watt. Sejalan dengan itu, dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, ditetapkan pembangunan tambahan kapasitas listrik sebesar 69,5 Giga Watt, di mana 76 persen atau sekitar 42,6 GW berasal dari energi terbarukan.

Dari total rencana tersebut, PLTA mendapat alokasi sebesar 11,7 GW, menempatkan air sebagai salah satu pilar utama energi bersih nasional. Sementara itu, sebanyak 4,3 GW akan ditempatkan pada sistem PLTA pompa (pumped storage), dan 6,0 GW dari baterai penyimpanan energi. Sisanya, 16,6 GW, akan berasal dari pembangkit berbasis fosil, terutama gas dan batu bara, yang tetap diperlukan sebagai penopang transisi menuju energi bersih.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya