Indonesia Incar Teknologi Norwegia untuk Perluas PLTA
Pemerintah berencana memperkuat pembangkit listrik tenaga air dengan mengadopsi teknologi dan pengalaman Norwegia yang mengandalkan air sebagai sumber utama listrik.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 15.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indonesia tengah menyiapkan strategi baru dalam pengembangan energi terbarukan dengan fokus pada pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Langkah ini diambil berdasarkan kajian mendalam terhadap model pengelolaan energi yang sukses diterapkan di negara-negara maju, khususnya Norwegia. Negara Skandinavia tersebut mampu memenuhi hampir 90 persen kebutuhan listrik nasionalnya dari sumber air, sebuah pencapaian yang menjadi acuan bagi Indonesia dalam memaksimalkan potensi sungai besar di berbagai wilayah.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan bahwa kolaborasi teknis dengan Norwegia menjadi prioritas dalam mempercepat transformasi energi nasional. Dalam pertemuan di Jakarta, ia menekankan pentingnya mempelajari pengalaman negara yang telah mengintegrasikan PLTA secara efisien dalam sistem kelistrikan jangka panjang. Dengan adopsi teknologi dan pengetahuan dari Norwegia, Indonesia berharap bisa mengoptimalkan potensi hidrologi lokal yang saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Rencana pengembangan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan porsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional. Berdasarkan data terbaru, kapasitas terpasang PLTA hingga akhir 2025 mencapai 7.587,4 Mega Watt. Sejalan dengan itu, dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, ditetapkan pembangunan tambahan kapasitas listrik sebesar 69,5 Giga Watt, di mana 76 persen atau sekitar 42,6 GW berasal dari energi terbarukan.
Dari total rencana tersebut, PLTA mendapat alokasi sebesar 11,7 GW, menempatkan air sebagai salah satu pilar utama energi bersih nasional. Sementara itu, sebanyak 4,3 GW akan ditempatkan pada sistem PLTA pompa (pumped storage), dan 6,0 GW dari baterai penyimpanan energi. Sisanya, 16,6 GW, akan berasal dari pembangkit berbasis fosil, terutama gas dan batu bara, yang tetap diperlukan sebagai penopang transisi menuju energi bersih.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Teknologi Pengereman ABS Jadi Kunci Turunkan Kematian Lalu Lintas
Riset ITB menyoroti peran ABS pada sepeda motor sebagai solusi krusial untuk mencapai target pemerintah memangkas kematian akibat kecelakaan hingga 2030.
4 Oktober 2026

Singapura Gunakan Algoritma Nobel untuk Pasangan Pegawai Negeri
Pemerintah Singapura meluncurkan aplikasi FirstDate berbasis algoritma Nobel untuk bantu pegawai lajang temukan pasangan stabil, dengan tujuan mengurangi kejenuhan kencan digital dan mendukung hubungan bermakna.
4 Oktober 2026

Perbedaan Gaya Komunikasi Z dan Milenial Dibentuk Era Teknologi
Perbedaan gaya komunikasi antara Generasi Z dan Milenial tercermin dari pengalaman tumbuh di masa peralihan digital, yang memengaruhi pemilihan bahasa dan cara berinteraksi secara profesional maupun informal.
4 Oktober 2026

Pengusaha Muda Indonesia Tampil di Panggung Teknologi Global
Dua wirausaha muda Indonesia sukses memperkenalkan inovasi bisnisnya di ajang teknologi internasional di Shanghai setelah meraih penghargaan dari program akselerasi nasional.
3 Oktober 2026
Berita Lainnya

Dua Pria Ditangkap di Toilet Stasiun Manggarai
Minggu, 4 Oktober 2026, 15.50 WITA

Gubernur DKI Usulkan 4 Ranperda Penguatan BUMD dan Dana Cadangan
Minggu, 4 Oktober 2026, 15.50 WITA

APBN 2027 Disepakati, Fokus pada Kesejahteraan dan Disiplin Fiskal
Minggu, 4 Oktober 2026, 15.49 WITA

Lima Personel Gegana Sultra Gabung Misi Perdamaian PBB di Afrika Tengah
Minggu, 4 Oktober 2026, 15.49 WITA

Mutasi PJU Polri Dicermati sebagai Langkah Penguatan Profesionalisme
Minggu, 4 Oktober 2026, 15.49 WITA

Indonesia Finish ke-16 di Klasemen Medali Asian Games 2026
Minggu, 4 Oktober 2026, 15.48 WITA

India Tuntut Pakistan Selidiki Penyeberangan Ilegal
Minggu, 4 Oktober 2026, 15.47 WITA

Indonesia Raih Lima Emas di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya
Minggu, 4 Oktober 2026, 15.47 WITA

