Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Percepat Nilai Ekspor Nikel Capai US$45 Miliar Tahun 2026

Pemerintah menargetkan nilai ekspor nikel melalui hilirisasi mencapai US$45 miliar pada 2026, setelah sebelumnya hanya US$3,3 miliar pada 2017–2018.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 21.08 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 75x dibuka
Indonesia Percepat Nilai Ekspor Nikel Capai US$45 Miliar Tahun 2026📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Indonesia menetapkan target nilai ekspor hasil hilirisasi nikel mencapai US$45 miliar pada akhir tahun 2026, setara dengan Rp806,26 triliun berdasarkan asumsi nilai tukar Rp17.917 per dolar AS. Capaian ini menjadi bagian dari transformasi ekonomi yang mengalihkan fokus dari ekspor bahan mentah menjadi produk olahan bernilai tambah tinggi. Penetapan target tersebut disampaikan secara langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi dalam forum perdagangan nasional.

Sejak kebijakan pelarangan ekspor bijih nikel diterapkan, nilai ekspor sektor ini mengalami lonjakan signifikan. Pada periode 2017–2018, nilai ekspor nikel hanya sebesar US$3,3 miliar. Namun, dengan pembangunan ekosistem industri dari hulu hingga hilir—termasuk produksi baterai mobil dan komponen listrik—nilai ekspor naik menjadi US$34 miliar pada 2023. Proyeksi berlanjut dengan perkiraan mencapai US$40 miliar pada 2025, sebelum menembus target minimal US$45 miliar di tahun berikutnya.

Pemerintah menyatakan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar pencapaian ekonomi, melainkan bagian dari upaya membangun kemandirian nasional. Dengan mengembangkan industri dalam negeri, Indonesia ingin mengurangi ketergantungan pada negara lain yang sebelumnya mengolah bahan baku dari Indonesia. Dalam pidatonya, pejabat tinggi menekankan bahwa hilirisasi bukan hanya untuk pertumbuhan, tetapi juga untuk memperkuat kedaulatan politik dan ekonomi sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945.

Selain nikel, pemerintah telah menyusun masterplan hilirisasi nasional hingga tahun 2040 dengan target total nilai transaksi mencapai US$618 miliar. Rencana ini mencakup berbagai sektor strategis seperti batu bara, minyak dan gas, kehutanan, perikanan, serta pertanian. Langkah ini menunjukkan komitmen sistemik pemerintah dalam mengubah struktur ekonomi Indonesia dari ekspor bahan mentah menjadi ekspor produk berbasis industri yang berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya