Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Perkuat Ekonomi Berbasis Teknologi dan SDM Unggul

Pemerintah dorong transformasi ekonomi melalui penguatan teknologi, hilirisasi, dan kesiapan SDM digital untuk menopang pertumbuhan 5,45% di semester I 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 17.36 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 42x dibuka
Indonesia Perkuat Ekonomi Berbasis Teknologi dan SDM Unggul📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah terus memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi nasional dengan menghadirkan mesin-mesin baru berbasis inovasi teknologi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan bahwa produktivitas, daya saing industri, serta kesiapan sumber daya manusia menjadi penentu utama dalam menghadapi transformasi ekonomi global. Langkah strategis ini disampaikan dalam acara Kuliah Umum dan Penyerahan Beasiswa di Universitas Negeri Semarang, yang menyoroti pentingnya adaptasi terhadap perubahan struktur ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester pertama 2026 mencatatkan angka 5,45% secara tahunan, didorong oleh konsumsi domestik dan investasi yang stabil. Inflasi pada September 2026 berada di angka 3,28%, menunjukkan konsistensi kebijakan pengendalian harga. Pemerintah menekankan pentingnya menjaga stabilitas makroekonomi, daya beli masyarakat, dan optimalisasi potensi ekonomi dalam negeri sebagai fondasi pertumbuhan berkelanjutan.

Dalam upaya meningkatkan nilai tambah, pemerintah mempercepat hilirisasi sumber daya alam. Ekspor produk mineral dan logam melonjak dari US$1,4 miliar pada 2016 menjadi US$35 miliar pada 2025. Diversifikasi produk turunan kelapa sawit pun berkembang dari 54 menjadi 208 jenis, sementara ekspor kelapa ditargetkan tumbuh 50%. Di sisi lain, transformasi digital menjadi kunci percepatan produktivitas, dengan fokus pada ekosistem data center, kecerdasan buatan (AI), semikonduktor, dan talenta digital.

Kerja sama strategis dengan ARM Holdings Inggris menjadi bagian dari upaya membangun kapasitas desain semikonduktor nasional dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Indonesia juga aktif dalam forum internasional seperti WAICO sebagai anggota pendiri, serta memperkuat kerja sama digital melalui DEFA di kawasan ASEAN. Sejalan itu, program pengembangan talenta digital seperti pertukaran dengan Singapura, insentif Super Tax Deduction hingga 200%, dan Digital Talent Scholarship terus digalakkan.

Di bidang energi, transisi ke industri hijau menjadi bagian dari strategi pertumbuhan. Dengan kebutuhan listrik nasional yang diperkirakan meningkat hingga 2030, pemerintah mendorong pembangunan pembangkit listrik tenaga surya hingga kapasitas 100 gigawatt, didukung sistem penyimpanan energi untuk efisiensi pasokan. Di sisi perdagangan, perjanjian dengan Uni Eropa, Australia, Kanada, Korea Selatan, dan Swiss dimaksimalkan untuk memperluas akses pasar dan memperkuat ekspor produk unggulan seperti sawit, kopi, furnitur, dan hasil pertanian.

Airlangga menekankan bahwa generasi muda harus menjadi penguasa teknologi digital, bukan sekadar pengguna. Ia menilai masa depan pekerjaan akan berbeda dari industri padat karya atau modal, sehingga kesiapan dalam literasi digital, pengolahan data, dan pemanfaatan AI menjadi kewajiban. Dukungan pendidikan juga terus diperluas, dengan jumlah penerima beasiswa dari Dewan Penyantun Pendidikan meningkat dari 376 (2024) menjadi 531 mahasiswa pada 2026, menunjukkan komitmen bersama dalam membangun SDM unggul.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya