Jumat, 25 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia-Rusia Jajaki Kolaborasi Satelit dan Kecerdasan Buatan

Pemerintah Indonesia dan Rusia memperdalam pembicaraan tentang kerja sama teknologi satelit dan kecerdasan buatan untuk mendukung transformasi digital nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 23.04 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 39x dibuka
Indonesia-Rusia Jajaki Kolaborasi Satelit dan Kecerdasan Buatan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia menggelar pembicaraan strategis dengan perwakilan presiden Rusia terkait potensi kolaborasi di bidang teknologi satelit dan kecerdasan buatan. Pertemuan ini dipimpin oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo melalui konferensi telepon dengan Inal Ardzinba, pejabat dari kantor koordinasi inisiatif strategis di kantor presiden Rusia. Fokus utama pembahasan mencakup akses terhadap data satelit, infrastruktur komunikasi, serta pemanfaatan teknologi untuk pemerataan digital.

Delegasi Rusia menyampaikan bahwa sistem satelit yang tersedia mencakup 98 satelit aktif, dengan rata-rata 16 satelit baru diluncurkan setiap tahun. Mereka menawarkan kerja sama dalam penyediaan sistem administrasi dan perangkat penerima data satelit yang dapat dimanfaatkan oleh lembaga dan perusahaan Indonesia, termasuk badan usaha milik negara. Angga menegaskan bahwa kerja sama ini terbuka untuk perusahaan dalam negeri, khususnya BUMN, sebagai bagian dari upaya memperkuat industri teknologi dalam negeri.

Selain infrastruktur, pembahasan juga menyentuh aspek pengembangan sumber daya manusia dan riset. Rusia menyampaikan komitmen untuk mendukung pendidikan teknologi melalui program pelatihan langsung bagi mahasiswa Indonesia dalam pengoperasian satelit. Hal ini sejalan dengan rencana pembangunan laboratorium riset dan inovasi yang akan diperkuat melalui kerja sama lintas negara. Angga menekankan pentingnya penguatan kapasitas manusia sebagai fondasi transformasi digital yang inklusif.

Pemanfaatan kecerdasan buatan menjadi bagian krusial dari agenda diskusi, terutama dalam sektor pendidikan dan peningkatan literasi digital masyarakat. Angga menyoroti bahwa teknologi AI harus dirancang untuk memastikan masyarakat tidak hanya menguasai penggunaan teknologi, tetapi juga memahami manfaat dan implikasinya secara mendalam. Tujuannya adalah menciptakan masyarakat digital yang kritis dan mandiri.

Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi bidang kerja sama strategis yang dapat ditindaklanjuti. Nantinya, kerja sama akan berkembang ke dalam pengembangan teknologi satelit, inovasi AI, penelitian bersama, serta pelatihan talenta digital yang sesuai dengan kebutuhan kedua negara.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya