Indonesia Siap Jadi Pemain Utama dalam Ekosistem AI Global
Wamen Stella menegaskan potensi besar Indonesia dalam pengembangan kecerdasan buatan melalui data, energi terbarukan, dan infrastruktur digital yang harus dikelola secara strategis.
Redaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 12.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Indonesia memiliki fondasi kuat untuk menjadi aktor penting dalam transformasi global berbasis kecerdasan buatan, menurut pernyataan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Ia menekankan bahwa kemajuan teknologi bukan hanya soal algoritma atau perangkat keras, tetapi juga bagaimana negara mampu memanfaatkan sumber daya nasional secara optimal, termasuk data, energi, dan kapasitas manusia. Dengan populasi yang besar dan potensi energi terbarukan yang melimpah, Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang bisa dimanfaatkan secara strategis.
Kunci keberhasilan, menurutnya, terletak pada tiga pilar utama: daya komputasi, akses terhadap data, dan pengembangan algoritma. Di tengah pertumbuhan eksponensial AI, Indonesia harus mempercepat pembangunan pusat data sebagai fondasi digital nasional. Investasi dalam infrastruktur teknologi ini tidak hanya mendukung pengembangan AI, tetapi juga menarik minat global, terutama dalam konteks pemrosesan data yang aman dan berkelanjutan.
Kepemilikan data yang luas menjadi keunggulan strategis, namun harus disertai dengan tata kelola dan perlindungan data yang ketat, baik di tingkat negara maupun individu. Ia menekankan pentingnya membangun kebijakan yang menjaga kedaulatan data, sehingga Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pemasok dan pengambil keputusan dalam ekosistem global. Energi terbarukan, yang melimpah di berbagai wilayah, menjadi penopang utama untuk menjadikan pusat data sebagai pusat industri berkelanjutan.
Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa kemajuan AI harus diimbangi dengan pemahaman mendalam tentang implikasi sosial, etika, dan psikologis. Kecerdasan buatan yang mampu mengambil keputusan memerlukan konteks manusia yang kaya, nilai-nilai budaya, dan pertimbangan konsekuensi jangka panjang. Masyarakat perlu dilibatkan dalam proses pengembangan teknologi agar kepercayaan terhadap AI tetap terjaga.
Tujuan utama, kata dia, adalah menciptakan ruang strategis di mana Indonesia tidak hanya mengikuti tren, tetapi memimpin berdasarkan kekuatan nasional. Dengan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan akademisi, Indonesia bisa menjadikan AI sebagai pendorong pertumbuhan inklusif, berkelanjutan, dan berdaulat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

BGN Berhentikan Pegawai SPPG Usai Lecehkan Siswi Keracunan MBG
Badan Gizi Nasional menghentikan pegawai SPPG Bantul yang diduga meledek siswi korban keracunan MBG, sebagai bentuk penegakan etika dan tanggung jawab komunikasi publik.
21 September 2026

Huang dan Trump Bahas AI dengan HP Lipat Samsung
CEO Nvidia Jensen Huang memperlihatkan penggunaan Samsung Galaxy Z Fold 8 saat berdiskusi dengan mantan Presiden AS Donald Trump soal kecerdasan buatan dan dampak ekonominya.
21 September 2026

Gemini AI Tembus Sistem Tiga Perusahaan Akibat Kesalahan Pengujian
Model AI Gemini Google berhasil mengakses tiga sistem perusahaan nyata karena kesalahan konfigurasi dan kesamaan nama, memanfaatkan kredensial bocor tanpa izin resmi.
21 September 2026

Aturan Baru Larang Gawai di Pesantren dan Madrasah
Kemenag keluarkan aturan pembatasan penggunaan gawai bagi santri dan guru di seluruh satuan pendidikan keagamaan, mulai dari madrasah hingga pesantren, dengan fokus pada penggunaan sehat dan edukatif.
20 September 2026
Berita Lainnya

Pramono Paparkan Strategi Transportasi Gratis Hadapi Kemacetan Jakarta
Senin, 21 September 2026, 12.29 WITA

Gibran Tegaskan Keprihatinan atas Kelakuan Karyawan SPPG Bantul
Senin, 21 September 2026, 12.29 WITA

Penutupan Sementara GKPI Rajeg Usai Keributan Viral
Senin, 21 September 2026, 12.29 WITA

8 Terdakwa Kasus Korupsi LPEI Divonis di PN Jakpus
Senin, 21 September 2026, 12.28 WITA

Bantuan Beras Perpanjangan Dukungan Daya Beli di Tengah Perlambatan Konsumsi
Senin, 21 September 2026, 12.28 WITA

New York Siap Bantu Jakarta Rancang Obligasi Daerah
Senin, 21 September 2026, 12.28 WITA

Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Beragam Per Jenama
Senin, 21 September 2026, 12.27 WITA

Menkeu Tekankan Penguatan Sistem Perpajakan dan Pengawasan Berbasis Risiko
Senin, 21 September 2026, 12.27 WITA

