Kamis, 8 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Siap Jadi Pusat Hilirisasi Mineral untuk Dukung AI Global

Indonesia berpotensi memperkuat posisi dalam rantai nilai teknologi global melalui hilirisasi nikel dan tembaga yang mendukung pengembangan infrastruktur AI secara berkelanjutan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 12.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Indonesia Siap Jadi Pusat Hilirisasi Mineral untuk Dukung AI Global📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital menegaskan bahwa pengolahan mineral kritis seperti nikel dan tembaga bukan sekadar upaya meningkatkan nilai ekspor, melainkan bagian integral dari transformasi digital nasional. Dengan kontribusi mencapai 62 persen terhadap produksi nikel global, Indonesia memiliki fondasi strategis untuk menjadi mitra utama dalam transisi energi dan digital dunia. Namun, potensi ini harus diwujudkan melalui pendekatan yang berkelanjutan dan inklusif, bukan sekadar eksploitasi sumber daya.

Pengolahan mineral harus melampaui batas lokasi tambang dan menjangkau peningkatan kualitas lingkungan, transparansi rantai pasok, serta perlindungan terhadap tenaga kerja dan masyarakat sekitar. Penerapan standar rendah karbon, pengelolaan limbah yang baik, dan efisiensi penggunaan air menjadi kunci agar hilirisasi benar-benar memberi manfaat jangka panjang. Tanpa hal ini, keberlanjutan ekonomi dan lingkungan akan terancam.

Infrastruktur pendukung AI, seperti pusat data, membutuhkan pasokan listrik stabil, jaringan serat optik, sistem pendingin, dan tenaga ahli. Semua komponen ini bergantung pada ketersediaan bahan baku berkualitas tinggi dari mineral dalam negeri. Oleh karena itu, pengembangan AI tidak bisa dipisahkan dari kebijakan energi, industri, dan lingkungan yang terintegrasi. Indonesia perlu memastikan bahwa setiap tahap pembangunan teknologi digital didukung oleh fondasi material yang kuat dan bertanggung jawab.

Dengan posisi geografis yang strategis, pertumbuhan ekonomi digital yang pesat, serta keberadaan talenta muda berbakat, Indonesia memiliki peluang besar menjadi pusat AI regional. Namun, kesempatan ini harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur dan kemampuan lokal untuk menciptakan nilai tambah dalam negeri. Tujuan akhirnya adalah menciptakan lapangan kerja berkualitas tinggi, memperkuat kapasitas industri dalam negeri, serta mewujudkan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya