Indonesia Siap Lepas Landas Melalui Optimalisasi SDA Tambang
Era kepemimpinan Prabowo Subianto menjanjikan transformasi besar di sektor pertambangan, dengan penataan tata kelola, penegakan hukum, dan pengelolaan sumber daya alam berdaulat sebagai pilar pertumbuhan ekonomi nasional.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 12.02 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 48x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen kuat untuk menjadikan sumber daya alam (SDA) pertambangan sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui perbaikan tata kelola, penertiban kepemilikan, serta penegakan hukum yang konsisten, sektor ini diproyeksikan mampu membawa Indonesia melampaui batas negara berkembang. Langkah strategis ini menjadi fondasi bagi transformasi ekonomi berkelanjutan dan berdaulat.
Eks Menteri Keuangan periode 1998, Fuad Bawazier, menilai bahwa saat ini merupakan momentum krusial untuk merealisasikan potensi besar sektor pertambangan non-minyak. Ia menyatakan bahwa keberhasilan pengelolaan SDA secara tertib dan berkelanjutan akan mendorong Indonesia menuju kemakmuran dan kemandirian ekonomi. “Ini saatnya Indonesia benar-benar take off lagi berkat sumber daya alam,” ujarnya dalam sebuah wawancara eksklusif.
Dibandingkan era Orde Baru yang hanya mengandalkan minyak sebagai sumber pendapatan utama, kini Indonesia memiliki kesempatan unik untuk memanfaatkan berbagai jenis sumber daya alam secara optimal. Fuad menekankan bahwa sektor pertambangan kini telah memasuki masa 'musim' yang tepat, di mana potensi ekonomi bisa dieksploitasi secara adil dan berkelanjutan sesuai prinsip Pasal 33 UUD 1945.
Penegakan hukum yang semakin kuat, terutama dalam penataan pertambangan timah dan pemberantasan aktivitas ilegal, telah menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif. Langkah tegas pemerintah dalam menghentikan praktik pencurian sumber daya dan manipulasi keuangan dinilai mampu memperkuat kepercayaan investor. Dengan kepastian hukum yang lebih baik, peluang masuknya modal asing dan pengembangan industri dalam negeri pun semakin terbuka.
Pengelolaan SDA yang transparan dan berdaulat diharapkan mampu menghentikan kebocoran devisa dan meningkatkan penerimaan negara secara signifikan. Fuad menegaskan bahwa dengan pendekatan yang benar, Indonesia tidak hanya bisa bangkit, tetapi juga tumbuh menjadi negara maju. “Optimisme harus ditanamkan, karena investasi yang sehat akan bisa berjalan dengan baik,” tegasnya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rantai Pasok Tangguh Kunci Optimalisasi Nilai Mineral Kritis
Investasi terkoordinasi dan rantai pasok yang kuat menjadi kunci utama untuk mengeksploitasi nilai tambah tinggi dari mineral kritis di Indonesia.
24 Oktober 2026

Antam Siap Kelola Tambang Emas Baru di Papua
Pemerintah menutup operasional tambang emas PT Kristalin Eka Lestari di Nabire dan menyerahkan kawasan seluas 275,36 hektare kepada PT Aneka Tambang Tbk untuk pengelolaan berkelanjutan.
24 Oktober 2026

ANTAM Perkuat Fondasi Bisnis untuk Nilai Tambah Jangka Panjang
Perusahaan tambang nasional mencatatkan pertumbuhan signifikan di semester pertama 2026, dengan pendapatan Rp62,71 triliun dan laba naik 34%, seiring fokus pada hilirisasi dan optimalisasi operasional.
24 Oktober 2026

Bahlil Usung PNBP Batu Bara Rp165 T untuk Tutup Defisit BBM
Menteri ESDM membidik penerimaan negara bukan pajak dari batu bara tembus Rp165 triliun pada 2026, lebih tinggi dari target APBN, demi menopang defisit subsidi BBM.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya
Ai Lian Rayakan Ulang Tahun ke-7 dengan Perayaan Khusus di Chongqing
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.34 WITA

16 Wilayah Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.34 WITA

Musim Hujan 2026/2027 Tiba Lebih Lambat, BMKG Peringatkan Potensi Bencana
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

NASA Tancap Gas untuk Misi Pendaratan Manusia di Bulan 2028
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

PLN Gelar Diskon Tambah Daya 50% Hingga 4 November
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

Presiden Korea Selatan Buka Pintu Debat Politik Lewat AI
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

IKN Tandatangani Kerja Sama Rp4 Triliun untuk Percepatan Pembangunan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

Filipina Perkuat Perlindungan Pekerja dari Panas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

