Indonesia Siapkan Bensin dari Batu Bara, Tertinggal dari China
Pemerintah Indonesia berencana produksi bensin dari batu bara setelah sukses mandiri solar B50, menyusul keunggulan China dalam konversi batu bara menjadi energi sejak tahun lalu.
Redaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 09.14 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional dengan membangun kapasitas produksi bensin berbahan baku batu bara. Upaya ini dilakukan setelah program B50 — pencampuran minyak kelapa sawit hingga 50 persen dalam solar — berhasil menghentikan impor solar sejak 1 Juli 2026. Dengan hasil tersebut, Indonesia kini mampu memenuhi kebutuhan solar dalam negeri tanpa ketergantungan pada pasokan luar.
Prabowo menekankan peran penting para akademisi dan teknisi dalam menciptakan solusi energi berkelanjutan. Ia menyebut bahwa mahasiswa dan profesor dari fakultas teknik telah berhasil mengembangkan teknologi konversi kelapa sawit menjadi solar dan bensin. Selain itu, pihaknya juga memastikan bahwa pengembangan bensin dari batu bara akan segera dijalankan sebagai bagian dari diversifikasi sumber energi.
Di tingkat global, China telah lebih dulu mengembangkan teknologi konversi batu bara menjadi minyak, gas, dan bahan kimia. Pusat pengolahan utama berada di wilayah Mongolia Dalam, yang memiliki cadangan batu bara terbesar di negara itu. Proyek besar di Ordos, dengan nilai investasi mencapai 22,1 miliar yuan atau sekitar Rp51,5 triliun, ditargetkan mulai beroperasi pada Mei 2026 dengan kapasitas produksi 800 ribu metrik ton per tahun.
Proyek tersebut diharapkan mampu menggantikan sekitar 6 persen dari total impor minyak dan gas China pada 2024. Meski demikian, pengembangan industri berbasis batu bara ini tetap menghadapi tantangan emisi karbon tinggi. Untuk itu, pemerintah Mongolia Dalam tengah memperkuat penggunaan energi bersih seperti hidrogen hijau guna menekan dampak lingkungan. Saat ini, wilayah tersebut memproduksi sekitar 1,25 hingga 1,28 miliar ton batu bara per tahun, dengan dua pertiga berasal dari kota Ordos yang kini menjadi pusat industri petrokimia berbasis batu bara.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Freeport Siapkan Tambang Kucing Liar dengan Investasi Rp25 Triliun
PT Freeport Indonesia mulai pengembangan tambang bawah tanah Kucing Liar di Grasberg dengan alokasi dana Rp25 triliun, ditargetkan produksi perdana tahun 2029.
20 September 2026

Indonesia Siap Produksi Bensin dari Batu Bara
Pemerintah berencana mengembangkan bensin berbasis batu bara sebagai langkah strategis mengurangi ketergantungan impor energi, setelah sukses mandiri produksi solar dari kelapa sawit.
20 September 2026

Pemerintah Siap Produksi Bensin dari Batu Bara
Pemerintah berencana mengembangkan bensin berbahan baku batu bara untuk tingkatkan kemandirian energi nasional, menyusul keberhasilan program B50 berbasis kelapa sawit.
20 September 2026

Freeport Tuntaskan Rp25 Triliun untuk Pengembangan Tambang Kucing Liar
PT Freeport Indonesia telah mengalokasikan Rp25 triliun untuk pengembangan tambang bawah tanah Kucing Liar, yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2029.
19 September 2026
Berita Lainnya

Pramono Paparkan Strategi Transportasi Gratis Hadapi Kemacetan Jakarta
Senin, 21 September 2026, 12.29 WITA

Gibran Tegaskan Keprihatinan atas Kelakuan Karyawan SPPG Bantul
Senin, 21 September 2026, 12.29 WITA

Penutupan Sementara GKPI Rajeg Usai Keributan Viral
Senin, 21 September 2026, 12.29 WITA

BGN Berhentikan Pegawai SPPG Usai Lecehkan Siswi Keracunan MBG
Senin, 21 September 2026, 12.28 WITA

8 Terdakwa Kasus Korupsi LPEI Divonis di PN Jakpus
Senin, 21 September 2026, 12.28 WITA

Bantuan Beras Perpanjangan Dukungan Daya Beli di Tengah Perlambatan Konsumsi
Senin, 21 September 2026, 12.28 WITA

New York Siap Bantu Jakarta Rancang Obligasi Daerah
Senin, 21 September 2026, 12.28 WITA

Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Beragam Per Jenama
Senin, 21 September 2026, 12.27 WITA

