Indonesia Tanggapi Dugaan Keterlibatan Perusahaan dalam Karhutla
Pemerintah Indonesia menyatakan komitmen serius menangani kebakaran hutan dan lahan, sambil memperkuat kerja sama regional atas dugaan keterlibatan perusahaan dalam kejadian yang memengaruhi Singapura.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 15.21 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 27x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyampaikan respons resmi terhadap isu kebakaran hutan dan lahan yang dikaitkan dengan perusahaan-perusahaan Indonesia, menyusul perhatian dari pihak Singapura. Dalam pernyataan resmi, pihak berwenang menegaskan bahwa komunikasi antar pemerintah terus berlangsung secara intensif, terutama terkait isu lingkungan lintas batas yang berdampak pada kehidupan warga dan stabilitas regional.
Pihak Kemlu menekankan bahwa Indonesia memahami kekhawatiran Singapura terhadap dugaan keterlibatan perusahaan dalam kejadian kebakaran hutan dan lahan. Namun, pemerintah menegaskan bahwa langkah penanganan telah dilakukan secara tegas, dengan fokus pada pencegahan, penanganan darurat, dan penegakan hukum yang konsisten. Tujuan utamanya adalah melindungi masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, serta menjaga hubungan baik dengan negara-negara tetangga.
Sebelumnya, otoritas lingkungan Singapura, National Environment Agency (NEA), mengumumkan daftar perusahaan Indonesia yang diduga terkait dengan kebakaran hutan dan lahan. Pada 16 Oktober, NEA merilis 10 perusahaan dengan inisial PT BMJ, PT MH, PT BPP, PT BAP, PT BMH, PT PML, PT SAA, PT SWI, PT HLR, dan PT B. Kemudian, pada 19 Oktober, tiga perusahaan tambahan dinyatakan terindikasi terlibat, menyusul hasil penyelidikan berdasarkan Undang-Undang Pencemaran Kabut Asap Lintas Batas.
NEA menegaskan kembali komitmennya untuk menindak tegas perusahaan yang terbukti bertanggung jawab atas pencemaran asap lintas batas. Penyelidikan dilakukan secara hukum dan berbasis bukti, dengan mempertimbangkan peran serta kontribusi perusahaan terhadap polusi yang mencapai wilayah Singapura. Indonesia menilai proses ini sebagai bagian dari upaya kolektif untuk menciptakan solusi berkelanjutan dan transparan bagi persoalan lingkungan regional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Ai Lian Rayakan Ulang Tahun ke-7 dengan Perayaan Khusus di Chongqing
Panda raksasa Ai Lian merayakan ulang tahun ke-7 di Taman Tematik Locajoy, Chongqing, dengan menu spesial dan kehadiran pengunjung.
24 Oktober 2026

Militer AS Larang Taruhan Berbasis Informasi Rahasia
Menteri Perang AS melarang keras anggota militer menggunakan informasi sensitif untuk bertaruh di platform prediksi, setelah skandal keuntungan miliaran dari taruhan berbasis intelijen.
24 Oktober 2026

Iran Diklaim Perkuat Aksi Target Warga AS di Berbagai Wilayah
Intelijen AS memperingatkan peningkatan upaya Iran menargetkan warga negara Amerika di Timur Tengah dan sejumlah negara lain, menyusul meningkatnya ketegangan bilateral.
24 Oktober 2026

Jajak Pendapat Akhir Sebelum Pemilu Israel Tunjukkan Kekuatan Oposisi Melonjak
Jajak pendapat terbaru menunjukkan blok Netanyahu anjlok ke 48 kursi, sementara oposisi Yahudi naik ke 54 kursi, menandai pergeseran signifikan menjelang pemilu 27 Oktober.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

