Minggu, 27 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Tegaskan Kepedulian Global atas Palestina dan Perubahan Iklim

Indonesia menegaskan pentingnya aksi nyata dalam menangani krisis Palestina dan ancaman kenaikan permukaan laut di forum PBB, sekaligus memperkuat sinergi dengan ulama untuk stabilitas nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 27 September 2026, 12.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Indonesia Tegaskan Kepedulian Global atas Palestina dan Perubahan Iklim📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Di tengah Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York, Menteri Luar Negeri RI menyatakan bahwa konflik Palestina telah menjadi ujian utama bagi komitmen dunia terhadap hukum internasional. Ia menekankan bahwa kelanjutan pelanggaran tanpa respons efektif menunjukkan kegagalan sistem global dalam melindungi hak-hak dasar rakyat. Indonesia menyerukan perlunya langkah konkret dari negara-negara anggota untuk menekan eskalasi dan mendorong solusi berbasis hukum.

Di ranah domestik, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen institusi kepolisian untuk mempererat kerja sama dengan para ulama. Kolaborasi ini dimaksudkan sebagai langkah strategis dalam membangun rasa aman, menyebarluaskan nilai-nilai keadilan sosial, serta mendukung pembangunan karakter bangsa yang berbasis moral dan spiritual. Sinergi tersebut dinilai sebagai fondasi penting bagi ketahanan sosial di tengah dinamika kehidupan yang kompleks.

Pada ajang olahraga internasional, atlet Indonesia Rahmat Erwin Abdullah meraih medali emas di kelas 75 kilogram angkat besi pada Asian Games 2026. Ia mencatat total beban angkat sebesar 366 kilogram di Nagoya, Jepang, menunjukkan prestasi tinggi yang menjadi kebanggaan nasional. Hasil ini menegaskan kapasitas atlet Indonesia dalam kompetisi tingkat Asia dan menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi.

Di bidang lingkungan, Indonesia kembali menekankan urgensi aksi global terhadap kenaikan permukaan laut, yang dianggap sebagai ancaman serius bagi keberlangsungan hidup banyak wilayah pesisir. Dalam sesi debat di PBB, Menlu RI menegaskan bahwa upaya mitigasi harus dilakukan secara kolektif dan dengan kecepatan yang sesuai dengan tingkat ancaman. Negara-negara maju diminta memperkuat komitmen finansial dan teknologi untuk mendukung negara berkembang.

Peningkatan partisipasi masyarakat dalam event internasional juga tercatat, dengan 650 orang mendaftar sebagai relawan dan tim manajemen pada edisi kelima Mandalika International Festival di Lombok Tengah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi pariwisata, tetapi juga bentuk kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem kegiatan budaya dan ekonomi kreatif di tingkat global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya