Kamis, 24 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Tumbuh di Tengah Tekanan Global

Tekanan ekonomi global akibat konflik geopolitik justru membuka peluang bagi Indonesia untuk pertumbuhan stabil berkat kenaikan harga komoditas dan daya beli domestik yang kuat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 09.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Indonesia Tumbuh di Tengah Tekanan Global📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pertumbuhan ekonomi global yang melambat akibat ketegangan geopolitik di berbagai wilayah telah memicu kenaikan suku bunga di negara maju, termasuk Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Kondisi ini menimbulkan tekanan pada inflasi dan aktivitas ekonomi, yang berdampak pada penurunan proyeksi PDB dunia sekitar 3% pada 2026. Di tengah tekanan tersebut, Indonesia justru menunjukkan ketahanan ekonomi yang solid, berkat kenaikan harga komoditas ekspor utama seperti minyak mentah, kelapa sawit (CPO), batu bara, dan nikel.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Aida S Budiman, menegaskan bahwa kenaikan harga komoditas tersebut memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Meskipun impor minyak mentah naik akibat kenaikan harga global, dampaknya terkendali karena pendapatan dari ekspor komoditas non-migas meningkat secara signifikan. Hal ini mampu menyeimbangkan defisit perdagangan dan menopang pertumbuhan PDB dari sisi ekspor.

Kekuatan konsumsi domestik dan investasi juga menjadi penopang utama. Aida menyebutkan bahwa permintaan dalam negeri tetap stabil, mendukung pertumbuhan PDB meskipun ada tekanan dari nilai tukar dan harga komoditas. Inflasi pada Agustus 2026 tercatat sebesar 3,19%, dengan inflasi inti berada di level 2,92%, masih dalam batas aman di bawah 3%. Ini menunjukkan bahwa tekanan harga tidak menyebar luas ke sektor inti ekonomi.

Dengan kondisi tersebut, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada akhir tahun akan berada dalam kisaran 4,9% hingga 5,7%. Kenaikan harga komoditas, stabilitas konsumsi, dan pengendalian inflasi menjadi fondasi utama dalam menjaga prospek ekonomi yang positif di tengah ketidakpastian global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya