Rabu, 23 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Industri Padat Karya Bangkit, Dorong Penciptaan Lapangan Kerja

Pertumbuhan positif di sektor furnitur, alas kaki, makanan-minuman, dan tekstil menunjukkan pemulihan signifikan industri padat karya nasional pada triwulan II-2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 15.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Industri Padat Karya Bangkit, Dorong Penciptaan Lapangan Kerja📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Industri padat karya di Tanah Air menunjukkan tanda-tanda pemulihan kuat pada triwulan kedua tahun ini, dengan sejumlah subsektor mencatat pertumbuhan di atas rata-rata. Data terbaru menunjukkan bahwa 14 dari 15 subsektor industri di wilayah tersebut mengalami kenaikan produksi, terutama pada sektor furnitur yang tumbuh 11,8 persen, alas kaki dan kulit 11,3 persen, makanan dan minuman 6,5 persen, serta tekstil dan pakaian jadi 6,4 persen. Peningkatan ini menjadi bukti bahwa sektor yang sempat mengalami pengurangan tenaga kerja dua tahun lalu kini kembali bergerak dinamis.

Kementerian Perindustrian menegaskan bahwa pertumbuhan di sektor padat karya memiliki dampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja. Setiap kenaikan satu persen di sektor ini dinilai mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak dibandingkan pertumbuhan serupa di industri padat modal. Hal ini menunjukkan bahwa kemajuan industri bukan hanya soal angka ekonomi, tetapi juga kesejahteraan masyarakat secara langsung.

Namun, tidak semua subsektor berjalan mulus. Beberapa sektor seperti karet, barang dari karet, dan plastik mengalami kontraksi sebesar 7 persen, sementara logam dasar, kertas, dan pengolahan tembakau hanya mencatat pertumbuhan yang terbatas. Meski demikian, secara keseluruhan, tren positif tetap dominan, didukung oleh pasar domestik yang besar dan daya beli tinggi.

Indonesia kini menempati posisi ke-12 dunia dalam nilai tambah manufaktur, mencapai 275,61 miliar dolar AS pada 2025, unggul dari Thailand dan Vietnam yang masing-masing berada di posisi kedua dan ketiga. Kontribusi industri terhadap PDB nasional pun terus meningkat selama empat tahun berturut-turut, merangkak dari 18,34 persen menjadi 19,07 persen pada 2025. Dengan populasi 287,2 juta jiwa dan konsumsi rumah tangga Rp12,8348 triliun per tahun, pasar dalam negeri menjadi fondasi utama pertumbuhan industri.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya