Industri Padat Karya Bangkit, Dorong Penciptaan Lapangan Kerja
Pertumbuhan positif di sektor furnitur, alas kaki, makanan-minuman, dan tekstil menunjukkan pemulihan signifikan industri padat karya nasional pada triwulan II-2026.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 15.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Industri padat karya di Tanah Air menunjukkan tanda-tanda pemulihan kuat pada triwulan kedua tahun ini, dengan sejumlah subsektor mencatat pertumbuhan di atas rata-rata. Data terbaru menunjukkan bahwa 14 dari 15 subsektor industri di wilayah tersebut mengalami kenaikan produksi, terutama pada sektor furnitur yang tumbuh 11,8 persen, alas kaki dan kulit 11,3 persen, makanan dan minuman 6,5 persen, serta tekstil dan pakaian jadi 6,4 persen. Peningkatan ini menjadi bukti bahwa sektor yang sempat mengalami pengurangan tenaga kerja dua tahun lalu kini kembali bergerak dinamis.
Kementerian Perindustrian menegaskan bahwa pertumbuhan di sektor padat karya memiliki dampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja. Setiap kenaikan satu persen di sektor ini dinilai mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak dibandingkan pertumbuhan serupa di industri padat modal. Hal ini menunjukkan bahwa kemajuan industri bukan hanya soal angka ekonomi, tetapi juga kesejahteraan masyarakat secara langsung.
Namun, tidak semua subsektor berjalan mulus. Beberapa sektor seperti karet, barang dari karet, dan plastik mengalami kontraksi sebesar 7 persen, sementara logam dasar, kertas, dan pengolahan tembakau hanya mencatat pertumbuhan yang terbatas. Meski demikian, secara keseluruhan, tren positif tetap dominan, didukung oleh pasar domestik yang besar dan daya beli tinggi.
Indonesia kini menempati posisi ke-12 dunia dalam nilai tambah manufaktur, mencapai 275,61 miliar dolar AS pada 2025, unggul dari Thailand dan Vietnam yang masing-masing berada di posisi kedua dan ketiga. Kontribusi industri terhadap PDB nasional pun terus meningkat selama empat tahun berturut-turut, merangkak dari 18,34 persen menjadi 19,07 persen pada 2025. Dengan populasi 287,2 juta jiwa dan konsumsi rumah tangga Rp12,8348 triliun per tahun, pasar dalam negeri menjadi fondasi utama pertumbuhan industri.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tukang Seblak Ajukan Uji Materi Atas Kewajiban Sertifikasi Halal
Seorang pedagang mikro dari Sulawesi Tenggara mengajukan uji materi ke MK untuk meminta kemudahan dalam mendapatkan pernyataan halal, menilai proses yang rumit dan kurangnya fasilitasi pemerintah mengancam kelangsungan usahanya.
23 September 2026

Kopi Gayo Aceh Raih Peringkat Teratas Asia dan Kelima Dunia
Kopi Arabika Gayo dari Aceh menduduki posisi pertama kopi terbaik di Asia dan kelima terbaik secara global menurut Taste Atlas 2026, berkat karakter rasa unik dan proses budidaya khas.
23 September 2026

Orang yang Suka Kopi Pahit Tanpa Gula Punya Karakter Khas
Penikmat kopi pahit tanpa gula cenderung memiliki sifat disiplin, praktis, mandiri, dan tahan terhadap ketidaknyamanan, menunjukkan konsistensi dalam pola pikir dan perilaku.
23 September 2026

Makanan Pesawat Terasa Hambar? Ini Penyebabnya
Kondisi kabin pesawat yang kering, tekanan rendah, dan suara bising memengaruhi indra pengecap, membuat rasa makanan terasa lebih datar selama penerbangan.
22 September 2026
Berita Lainnya

Jonatan Gagal Bawa Indonesia Unggul di Semifinal Bulutangkis Asian Games
Rabu, 23 September 2026, 15.45 WITA

James dan Verdonk Resmi Bergabung, Timnas Indonesia Siap Hadapi ASEAN Cup 2026
Rabu, 23 September 2026, 15.45 WITA

Indonesia ke Semifinal Sepak Takraw Asian Games Usai Tundukkan Korea 3-0
Rabu, 23 September 2026, 15.45 WITA

Banjir Bandang Solok Tewaskan Satu Orang, 36 Warga Mengungsi
Rabu, 23 September 2026, 15.44 WITA
Delegasi Israel Mundur Saat Erdogan Soroti Kebijakan PBB
Rabu, 23 September 2026, 15.44 WITA

Trump Ucapan Terima Kasih ke Indonesia di PBB
Rabu, 23 September 2026, 15.43 WITA
Macron Tegaskan Kekerasan di Gaza dan Tepi Barat Picu Krisis Kemanusiaan
Rabu, 23 September 2026, 15.43 WITA
Media AS Boyot Liputan Langsung Acara Trump
Rabu, 23 September 2026, 15.42 WITA

