Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

INDY Perluas Bisnis Energi Terbarukan Lewat JV Baru

Emiten milik konglomerat Agus Lasmono Sudwikatmono membangun dua perusahaan joint venture untuk pengembangan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan, sekaligus menegaskan komitmen tetap menjaga portofolio tambang Kideco Jaya Agung.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
INDY Perluas Bisnis Energi Terbarukan Lewat JV Baru📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Indika Energy Tbk (INDY) resmi membentuk dua entitas baru, PT Mentari Bhinneka Nusantara Sumbawa dan PT Mentari Bhinneka Nusantara Timor, sebagai wadah strategis dalam pengembangan proyek energi terbarukan. Kedua perusahaan tersebut telah memiliki modal disetor masing-masing sebesar Rp2,5 miliar, dengan kepemilikan tidak langsung INDY mencapai 33,95% di masing-masing entitas. Langkah ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang perusahaan untuk memperluas diversifikasi bisnis di sektor energi bersih.

Pendirian kedua joint venture ini dilakukan tanpa mengubah posisi strategis INDY dalam kepemilikan saham di PT Kideco Jaya Agung, perusahaan tambang batu bara yang berlokasi di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Meskipun sempat beredar isu tentang kemungkinan divestasi sebagian atau seluruh saham di Kideco, manajemen perusahaan secara tegas menyatakan tidak akan memberikan komentar atas spekulasi pasar. INDY menegaskan kembali komitmennya terhadap tata kelola perusahaan yang baik dan transparansi dalam penyampaian informasi material kepada publik melalui saluran resmi.

Data keuangan hingga Maret 2026 mengungkapkan dominasi Kideco terhadap kinerja INDY. Pendapatan dari Kideco mencapai US$377,4 juta, menyumbang 72,8% dari total pendapatan konsolidasi INDY sebesar US$493,2 juta. Di sisi laba, Kideco membukukan laba bersih US$42,4 juta pada kuartal I-2026, sementara laba bersih konsolidasi INDY tercatat sebesar US$7 juta. Angka-angka ini menunjukkan betapa krusialnya peran tambang tersebut dalam struktur keuangan perusahaan.

Meskipun nilai transaksi potensial divestasi Kideco diperkirakan mencapai lebih dari US$1 miliar (sekitar Rp18,1 triliun), INDY tetap mempertahankan kepemilikan sekitar 91% atau setara 537 juta saham. Perusahaan menegaskan bahwa setiap keputusan strategis akan dilakukan sesuai prinsip kepatuhan terhadap regulasi pasar modal dan tidak dipengaruhi oleh isu-isu spekulatif. Dengan demikian, fokus utama tetap pada transformasi energi berkelanjutan tanpa mengorbankan stabilitas operasional dan kinerja keuangan jangka panjang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya