INDY Perluas Bisnis Energi Terbarukan Lewat JV Baru
Emiten milik konglomerat Agus Lasmono Sudwikatmono membangun dua perusahaan joint venture untuk pengembangan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan, sekaligus menegaskan komitmen tetap menjaga portofolio tambang Kideco Jaya Agung.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT Indika Energy Tbk (INDY) resmi membentuk dua entitas baru, PT Mentari Bhinneka Nusantara Sumbawa dan PT Mentari Bhinneka Nusantara Timor, sebagai wadah strategis dalam pengembangan proyek energi terbarukan. Kedua perusahaan tersebut telah memiliki modal disetor masing-masing sebesar Rp2,5 miliar, dengan kepemilikan tidak langsung INDY mencapai 33,95% di masing-masing entitas. Langkah ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang perusahaan untuk memperluas diversifikasi bisnis di sektor energi bersih.
Pendirian kedua joint venture ini dilakukan tanpa mengubah posisi strategis INDY dalam kepemilikan saham di PT Kideco Jaya Agung, perusahaan tambang batu bara yang berlokasi di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Meskipun sempat beredar isu tentang kemungkinan divestasi sebagian atau seluruh saham di Kideco, manajemen perusahaan secara tegas menyatakan tidak akan memberikan komentar atas spekulasi pasar. INDY menegaskan kembali komitmennya terhadap tata kelola perusahaan yang baik dan transparansi dalam penyampaian informasi material kepada publik melalui saluran resmi.
Data keuangan hingga Maret 2026 mengungkapkan dominasi Kideco terhadap kinerja INDY. Pendapatan dari Kideco mencapai US$377,4 juta, menyumbang 72,8% dari total pendapatan konsolidasi INDY sebesar US$493,2 juta. Di sisi laba, Kideco membukukan laba bersih US$42,4 juta pada kuartal I-2026, sementara laba bersih konsolidasi INDY tercatat sebesar US$7 juta. Angka-angka ini menunjukkan betapa krusialnya peran tambang tersebut dalam struktur keuangan perusahaan.
Meskipun nilai transaksi potensial divestasi Kideco diperkirakan mencapai lebih dari US$1 miliar (sekitar Rp18,1 triliun), INDY tetap mempertahankan kepemilikan sekitar 91% atau setara 537 juta saham. Perusahaan menegaskan bahwa setiap keputusan strategis akan dilakukan sesuai prinsip kepatuhan terhadap regulasi pasar modal dan tidak dipengaruhi oleh isu-isu spekulatif. Dengan demikian, fokus utama tetap pada transformasi energi berkelanjutan tanpa mengorbankan stabilitas operasional dan kinerja keuangan jangka panjang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

14 Lokasi Piknik Unik yang Menyuguhkan Sejarah dan Keindahan Tak Biasa
Berbagai tempat piknik di dunia menawarkan pengalaman berbeda, dari bekas tambang hingga reruntuhan kastel, dengan nuansa sejarah dan alam yang menarik.
24 Oktober 2026

16 Wilayah Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Hari Ini
BMKG memperingatkan 16 wilayah di Indonesia berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat serta angin kencang, didorong dinamika atmosfer regional dan lokal pada Sabtu (24/10).
24 Oktober 2026

Musim Hujan 2026/2027 Tiba Lebih Lambat, BMKG Peringatkan Potensi Bencana
Prediksi BMKG menunjukkan musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia mulai mundur hingga November hingga Desember, dengan risiko banjir dan longsor meningkat di akhir tahun.
24 Oktober 2026

NASA Tancap Gas untuk Misi Pendaratan Manusia di Bulan 2028
NASA menegaskan komitmen mendaratkan astronot di permukaan bulan pada 2028 melalui misi Artemis IV, dengan dukungan SpaceX dan Blue Origin dalam pengembangan wahana pendaratan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

