Kamis, 8 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Inflasi Kolaka Tinggi, Bupati Dorong Perluasan Gerakan Pangan Murah

Bupati Kolaka meminta ekspansi gerakan pangan murah menyusul tingginya angka inflasi di wilayah tersebut.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 23.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka

Kendari, ıNarasikita - Inflasi di Kabupaten Kolaka tercatat cukup tinggi, mencapai 4,34 persen pada bulan April 2025, menempatkan daerah ini sebagai salah satu wilayah dengan tekanan harga pangan paling signifikan di Sulawesi Tenggara. Angka tersebut jauh melampaui rata-rata nasional, memicu kekhawatiran atas stabilitas ekonomi dan akses pangan masyarakat. Bupati Kolaka menilai kondisi ini membutuhkan respons cepat dan strategis dari pemerintah daerah.

Dalam langkah antisipatif, ia mengusulkan perluasan program Gerakan Pangan Murah yang telah dijalankan sebelumnya. Program ini dimaksudkan untuk menstabilkan harga komoditas pokok melalui pendistribusian langsung dari petani ke konsumen, mengurangi peran tengkulak dan meminimalkan margin keuntungan yang tinggi. Peningkatan cakupan dan frekuensi pelaksanaan menjadi kunci agar dampaknya lebih merata dan berkelanjutan.

Bupati menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh jumlah bantuan, tetapi juga efisiensi logistik dan keterlibatan aktif masyarakat. Ia mengajak seluruh elemen, termasuk dinas terkait, petani, pedagang kecil, dan lembaga swadaya masyarakat, untuk bersinergi dalam menjaga ketersediaan pangan dan mencegah lonjakan harga.

Tujuan utama dari perluasan gerakan ini adalah menciptakan ketahanan pangan lokal yang kuat, sekaligus mengurangi beban ekonomi rumah tangga di tengah tekanan inflasi yang terus berlanjut. Dengan pendekatan kolektif dan sistematis, pemerintah daerah berharap mampu menekan angka inflasi dan memastikan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya