Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Influencer Kritis Tewas Dengan Luka Parah di Kano

Seorang aktivis media sosial asal Kano, Nigeria, ditemukan tewas dengan luka serius di kepala dan tenggorokan, menimbulkan kekhawatiran atas ancaman terhadap kebebasan berpendapat menjelang pemilu 2027.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 17.35 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
Influencer Kritis Tewas Dengan Luka Parah di Kano📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Seorang pria berusia 57 tahun, Ibrahim Khalil Dan Shagamu, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan di rumahnya di Kano, Nigeria bagian utara. Jasadnya ditemukan pada Selasa malam setelah tetangga dan temannya mengindikasikan adanya ketidaknormalan sejak sehari sebelumnya, ketika pintu rumahnya tidak bisa dibuka. Kondisi korban menunjukkan luka parah pada kepala dan tenggorokan yang diduga akibat kekerasan fisik.

Korban, yang memiliki basis penggemar besar di media sosial, dikenal karena kritik tajam terhadap kebijakan pemerintah melalui konten video berbahasa Hausa di Facebook dan TikTok. Ia juga pernah bekerja sebagai reporter radio lokal yang didanai negara sebelum aktif secara publik di platform digital. Kini, kematian mendadaknya menjadi sorotan karena munculnya dugaan kuat bahwa pembunuhan ini berkaitan dengan aktivitas politik dan pandangan kritis yang sering disuarakannya.

Kakak korban, Aisha Sharu Lawan, menggambarkan pemandangan jenazah yang sangat menakutkan dan menyatakan bahwa dua ponsel korban telah hilang. Ia juga menyampaikan bahwa teman korban sempat menyampaikan adanya ancaman langsung dari beberapa pihak yang merasa tersinggung oleh komentar politik Dan Shagamu. Lawan menyerukan investigasi menyeluruh dan penuntutan terhadap pelaku, menegaskan bahwa keluarga tidak percaya kejadian ini murni kecelakaan.

Amnesty International segera merespons dengan mengutuk pembunuhan tersebut sebagai bentuk kekerasan brutal yang menargetkan aktivis dan pengkritik pemerintah. Organisasi hak asasi manusia itu menekankan bahwa situasi politik menjelang pemilihan presiden 16 Januari 2027 telah memicu meningkatnya ancaman terhadap kebebasan berekspresi. Dalam pernyataannya, mereka menyebut bahwa serangan terhadap tokoh seperti Dan Shagamu mencerminkan pola intimidasi yang sistematis dalam konteks pemilu Nigeria.

Pemilu di Nigeria memang kerap diwarnai kekerasan, termasuk penggunaan preman bayaran untuk menekan oposisi dan menghambat kebebasan berpendapat. Laporan sebelumnya menunjukkan bahwa ancaman terhadap nyawa aktivis dan jurnalis semakin meningkat seiring dengan momentum kampanye. Kematian Dan Shagamu kini menjadi simbol dari risiko yang dihadapi mereka yang berani menyuarakan kritik di tengah lingkungan politik yang sensitif.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya