Kamis, 24 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Inggris vs Argentina: Laga Final yang Terus Menggugah Rivalitas Dunia

Pertemuan Inggris dan Argentina di semifinal Piala Dunia 2026 menjadi pertandingan paling berimbang dengan probabilitas kemenangan tipis untuk tim asuhan Thomas Tuchel.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 12.16 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 4x dibuka
Inggris vs Argentina: Laga Final yang Terus Menggugah Rivalitas Dunia📷 Tempo

Kendari, ıNarasikita - Laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina bakal menjadi pertarungan ikonik di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, pada Kamis dinihari, 16 Juli 2026, pukul 02.00 WIB. Ini merupakan pertemuan keenam kedua tim dalam sejarah putaran final turnamen besar, menegaskan kedalaman rivalitas yang telah membentuk legenda sepak bola global. Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, menekankan sikap profesional menjelang laga, menegaskan bahwa pertandingan ini adalah soal sepak bola, bukan emosi. Ia menyebut lawan memiliki pelatih berkualitas tinggi, namun tetap menekankan fokus pada aspek teknis dan taktis.

Opta Analyst memberikan gambaran ketat: peluang Inggris menang dalam 90 menit mencapai 39,1 persen, sementara Argentina 31,6 persen, dengan probabilitas pertandingan berakhir imbang dan melanjut ke perpanjangan waktu atau adu penalti sebesar 29,3 persen. Dalam skenario akhir, Inggris memiliki keunggulan tipis dengan peluang lolos ke final sebesar 52,9 persen, sedangkan Argentina 47,1 persen. Kedua tim dinilai memiliki peluang seimbang, memperkuat ekspektasi pertandingan yang intens dan tak terduga.

Inggris mengandalkan performa luar biasa Harry Kane dan Jude Bellingham. Keduanya menjadi pasangan pertama dari satu negara yang masing-masing mencetak minimal enam gol dalam satu edisi Piala Dunia. Bellingham mencatat dua gol dalam dua pertandingan terakhir, sementara Kane siap menyentuh rekor caps terbanyak bagi timnas Inggris jika bermain, dengan 121 penampilan. Kemenangan atas Norwegia lewat perpanjangan waktu menjadi bukti kekuatan mental tim yang kini telah empat kali mencapai semifinal turnamen besar sejak 2018, menyamai total prestasi sepanjang sejarah sebelumnya.

Di sisi lain, Argentina tampil sebagai tim paling produktif dengan 17 gol dari enam pertandingan. Lionel Messi menjadi tulang punggung serangan, mencatat delapan gol—sama dengan Kylian Mbappe—dan menyumbang assist saat menghadapi Swiss. Ia kini menjadi pemain kedua sejak 1966 yang mampu mencatat minimal 10 kontribusi gol dalam dua edisi Piala Dunia. Argentina juga mempertahankan rekor enam kemenangan beruntun, yang menjadi catatan terpanjang dalam sejarah mereka di Piala Dunia. Namun, performa mereka tak sepenuhnya mulus, dengan Scaloni mengakui keberuntungan ikut berperan dalam kemenangan atas Swiss.

Sejak kekalahan 1986 atas Argentina lewat gol "Tangan Tuhan" Maradona, Inggris belum pernah kalah dalam 90 menit dalam lima pertemuan terakhir. Dari 14 pertemuan secara keseluruhan, Inggris meraih enam kemenangan, enam imbang, dan hanya dua kekalahan. Meski menjadi juara bertahan, Argentina belum menunjukkan dominasi sepenuhnya, sementara Tuchel mengakui timnya juga belum tampil maksimal saat menang atas Norwegia. Laga ini bukan sekadar perebutan tiket final, melainkan kelanjutan dari rivalitas yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah sepak bola dunia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya