Insentif Hybrid Diperluas, Dorong Transisi Kendaraan Ramah Lingkungan
Pemerintah siap perluas insentif kendaraan ramah lingkungan termasuk hybrid, PHEV, dan REEV dengan dukungan nonfiskal seperti bebas ganjil genap dan parkir khusus.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 21.02 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 48x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Perindustrian kini mematangkan skema insentif baru yang mencakup kendaraan hybrid, plug-in hybrid (PHEV), dan range extended electric vehicle (REEV). Langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk mempercepat transisi energi di sektor transportasi tanpa mengabaikan kesiapan industri dalam negeri. Insentif yang dikembangkan tidak hanya berupa pengurangan pajak, tetapi juga fasilitas nonfiskal yang langsung dirasakan pengguna sehari-hari.
Salah satu bentuk dukungan nonfiskal yang sedang dipertimbangkan adalah keringanan aturan ganjil genap, akses parkir khusus, serta penyediaan infrastruktur pengisian daya di kawasan perkotaan. Menteri Perindustrian menegaskan bahwa kebijakan ini dirancang untuk mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan tanpa menimbulkan keguncangan di ekosistem industri.
Dengan tetap memanfaatkan mesin pembakaran internal (ICE) yang sudah banyak diproduksi secara lokal, kendaraan hybrid dan PHEV dinilai lebih mudah disesuaikan dibandingkan mobil listrik murni. Ini memungkinkan peralihan secara bertahap tanpa harus mengganti seluruh rantai pasok. Menperin menilai kebijakan ini menjadi momentum penting, terlebih saat harga bahan bakar minyak bersubsidi mengalami kenaikan.
Pihak Gaikindo menyambut positif langkah pemerintah, menyatakan bahwa kebijakan insentif beragam tipe kendaraan akan menjaga stabilitas industri otomotif nasional. Ketua Umum Gaikindo menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara transisi energi dan daya saing sektor kendaraan bermotor di pasar dalam negeri.
Pemerintah berkomitmen untuk mempercepat pembahasan dan pengusulan insentif baru dalam tahun ini. Tujuannya adalah memperkuat ekosistem industri berbasis baterai dan meningkatkan kemandirian sektor transportasi nasional di tengah dinamika energi global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Mobil Listrik Tabrak Empat Kendaraan, Ojol Alami Patah Kaki di Jakarta Selatan
Sebuah mobil listrik BYD Atto 1 menabrak empat kendaraan dan melindas pengemudi ojol di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan, menyebabkan korban mengalami patah kaki dan luka-luka.
24 Oktober 2026
Mobil BYD Tabrak Beruntun, Ojol Alami Patah Kaki di Jaksel
Kecelakaan beruntun melibatkan mobil BYD di Jakarta Selatan menyebabkan seorang ojek online mengalami patah kaki dan dirawat di rumah sakit.
24 Oktober 2026

Motor Boros? Ini 9 Penyebab Utama yang Harus Diperiksa
Konsumsi bensin meningkat tanpa alasan jelas bisa disebabkan oleh faktor teknis maupun perilaku berkendara, perlu pemeriksaan menyeluruh untuk menemukan akar masalahnya.
24 Oktober 2026

9 Penyebab Motor Injeksi Mati Saat Berhenti
Gangguan pada sistem injeksi dapat membuat motor mati mendadak saat berhenti, terutama di lampu merah atau kemacetan, disebabkan oleh kerusakan komponen atau kebocoran sistem.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya
Ai Lian Rayakan Ulang Tahun ke-7 dengan Perayaan Khusus di Chongqing
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.34 WITA

16 Wilayah Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.34 WITA

Musim Hujan 2026/2027 Tiba Lebih Lambat, BMKG Peringatkan Potensi Bencana
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

NASA Tancap Gas untuk Misi Pendaratan Manusia di Bulan 2028
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

PLN Gelar Diskon Tambah Daya 50% Hingga 4 November
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

Presiden Korea Selatan Buka Pintu Debat Politik Lewat AI
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

IKN Tandatangani Kerja Sama Rp4 Triliun untuk Percepatan Pembangunan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

Filipina Perkuat Perlindungan Pekerja dari Panas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

