Selasa, 22 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Insentif Motor Listrik Tertunda, Industri Minta Kepastian Jangka Panjang

Industri kendaraan listrik meminta pemerintah segera menetapkan kepastian insentif motor listrik untuk menjaga kelangsungan bisnis dan mendorong adopsi teknologi ramah lingkungan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 09.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Insentif Motor Listrik Tertunda, Industri Minta Kepastian Jangka Panjang📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Ketidakpastian kebijakan insentif untuk motor listrik kembali menjadi sorotan dari kalangan pelaku industri. Ketua Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Moeldoko, menegaskan bahwa ketidakteraturan dalam pencairan insentif telah menghambat pertumbuhan pasar dan menimbulkan ketidakpastian bagi para pelaku usaha. Ia menyampaikan bahwa kebijakan yang berubah-ubah, seperti maju mundur tanpa arah jelas, menciptakan kondisi yang tidak kondusif bagi perencanaan bisnis jangka panjang.

Moeldoko mengungkapkan bahwa ketika insentif disebutkan akan diberikan, konsumen dan pelaku usaha pun mulai menunda keputusan pembelian. Namun, begitu insentif belum cair, harapan itu pun menguap, menyebabkan aktivitas penjualan terhenti. “Kami sekarang dalam kondisi macet. Diler-diler kami terpaku, tidak tahu harus bergerak ke mana karena tunggu kebijakan yang belum jelas,” ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI. Kondisi ini berisiko mempercepat tutupnya beberapa gerai penjualan karena minimnya volume transaksi.

Ia menekankan bahwa pemerintah seharusnya tidak ragu memberikan dukungan melalui insentif, mengingat manfaatnya tidak hanya dirasakan konsumen, tetapi juga berdampak pada transformasi energi nasional dan pengurangan emisi karbon. Menurutnya, kebijakan insentif yang bersifat jangka pendek—seperti hanya satu tahun—tidak cukup untuk mendorong investasi dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang berkelanjutan. “Kalau pemerintah ingin menikmati hasilnya, jangan ragu memberi insentif. Jangan main-main dengan harapan yang terus berubah,” tegasnya.

Moeldoko mengusulkan agar insentif diberikan dengan kepastian minimal selama tiga tahun. Dengan jangka waktu yang stabil, industri dapat menyusun strategi produksi, distribusi, dan pemasaran secara efektif. Ia juga meminta dukungan penuh dari DPR untuk mendorong pemerintah agar tidak menunda atau menarik kebijakan yang telah dijanjikan. Tanpa kepastian, risiko kegagalan transformasi energi dan stagnasi industri kendaraan listrik akan semakin tinggi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya