Rabu, 30 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Insentif Otomotif Berbasis Emisi Diperluas untuk Semua Teknologi Ramah Lingkungan

Periklindo usulkan insentif berbasis emisi gas buang agar mencakup berbagai kendaraan ramah lingkungan, bukan hanya mobil listrik, demi inklusivitas dan penurunan polusi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 15.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Insentif Otomotif Berbasis Emisi Diperluas untuk Semua Teknologi Ramah Lingkungan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Periklindo mengusulkan pendekatan baru dalam pemberian insentif otomotif dengan mengacu pada tingkat emisi gas buang kendaraan, bukan hanya berfokus pada kendaraan listrik. Dalam forum diskusi terkini, Wakil Ketua Umum Periklindo Achmad Rofiqi menekankan pentingnya menerapkan skema insentif yang inklusif, sehingga konsumen dari berbagai lapisan masyarakat dapat turut menikmati manfaat kebijakan tersebut. Pendekatan ini diharapkan mendorong adopsi teknologi ramah lingkungan tanpa membatasi pilihan hanya pada satu jenis kendaraan.

Menurut Rofiqi, semakin rendah emisi yang dihasilkan suatu kendaraan, semakin besar insentif yang layak diberikan. Skema ini dinilai mampu membuka peluang bagi berbagai alternatif teknologi, termasuk kendaraan yang menggunakan bahan bakar nabati seperti B50. Dengan memperhitungkan emisi sebagai parameter utama, insentif dapat diberikan secara adil terhadap berbagai jenis kendaraan yang mampu mengurangi dampak lingkungan, tanpa mengabaikan keberlanjutan ekonomi dan aksesibilitas bagi masyarakat.

Selain itu, Periklindo menyoroti kebutuhan kepastian regulasi jangka menengah dan panjang. Rofiqi menegaskan bahwa harmonisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah selama periode minimal tiga hingga lima tahun menjadi kunci untuk menopang kepercayaan investor dan membantu konsumen dalam mengambil keputusan pembelian kendaraan. Kepastian ini dianggap esensial agar kebijakan tidak berubah-ubah dan mampu mendorong transformasi industri secara berkelanjutan.

Pendekatan insentif berbasis emisi diharapkan menjadi alat efektif untuk mempercepat transisi energi dan menekan emisi di sektor transportasi tanpa membatasi pilihan teknologi. Dengan memperluas cakupan insentif, pemerintah dapat mendorong partisipasi luas dari berbagai pemangku kepentingan, mulai dari produsen, konsumen, hingga pelaku usaha energi terbarukan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya