Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Insinyur ASEAN Tinjau Pindad Dorong Kemandirian Teknologi Pertahanan

Delegasi insinyur dari 11 negara ASEAN mengunjungi Pindad Bandung dalam kerangka forum insinyur regional, fokus pada pengembangan teknologi pertahanan berbasis keunggulan lokal dan sinergi industri.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 23.23 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 73x dibuka
Insinyur ASEAN Tinjau Pindad Dorong Kemandirian Teknologi Pertahanan📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Ratusan insinyur profesional dari 11 negara anggota ASEAN melakukan kunjungan kerja ke PT Pindad di Bandung, dalam rangka pertemuan regional yang digelar sebagai bagian dari Konferensi Federasi Organisasi Insinyur ASEAN (CAFEO). Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi teknis antar negara, khususnya dalam bidang pengembangan sistem pertahanan berbasis inovasi domestik. Kunjungan diarahkan untuk memahami proses produksi senjata dan sistem militer modern yang dikembangkan secara mandiri oleh industri dalam negeri.

Pertemuan di Pindad menyoroti pentingnya penguatan kapasitas teknologi dalam negeri sebagai fondasi kedaulatan nasional. Para insinyur menekankan perlunya transformasi digital dan penerapan teknologi emerging seperti kecerdasan buatan dan sistem otomasi dalam produksi alutsista. Mereka menyambut baik komitmen Pindad dalam membangun rantai pasok lokal dan mengurangi ketergantungan impor. Hasil observasi akan menjadi bahan masukan dalam perumusan kebijakan insinyur regional ke depan.

Dalam diskusi, delegasi menyoroti potensi kolaborasi lintas negara dalam riset dan pengembangan alat pertahanan canggih, dengan fokus pada pemanfaatan sumber daya alam dan keahlian manusia lokal. Mereka menyatakan bahwa kemandirian teknologi bukan hanya soal produksi, tetapi juga kemandirian dalam inovasi dan desain. Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun jaringan insinyur ASEAN yang lebih terintegrasi dalam sektor strategis.

Tujuan utama kunjungan adalah memperkuat sinergi antara profesi insinyur dan industri pertahanan nasional, agar teknologi militer tidak hanya dikuasai oleh negara-negara maju, tetapi juga tumbuh dari akar lokal. Dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis keunggulan lokal, ASEAN berharap mampu memperkuat ketahanan regional melalui inovasi yang berkelanjutan dan berbasis kemandirian.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya