Insinyur ASEAN Tinjau Pindad Dorong Kemandirian Teknologi Pertahanan
Delegasi insinyur dari 11 negara ASEAN mengunjungi Pindad Bandung dalam kerangka forum insinyur regional, fokus pada pengembangan teknologi pertahanan berbasis keunggulan lokal dan sinergi industri.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 23.23 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 73x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Ratusan insinyur profesional dari 11 negara anggota ASEAN melakukan kunjungan kerja ke PT Pindad di Bandung, dalam rangka pertemuan regional yang digelar sebagai bagian dari Konferensi Federasi Organisasi Insinyur ASEAN (CAFEO). Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi teknis antar negara, khususnya dalam bidang pengembangan sistem pertahanan berbasis inovasi domestik. Kunjungan diarahkan untuk memahami proses produksi senjata dan sistem militer modern yang dikembangkan secara mandiri oleh industri dalam negeri.
Pertemuan di Pindad menyoroti pentingnya penguatan kapasitas teknologi dalam negeri sebagai fondasi kedaulatan nasional. Para insinyur menekankan perlunya transformasi digital dan penerapan teknologi emerging seperti kecerdasan buatan dan sistem otomasi dalam produksi alutsista. Mereka menyambut baik komitmen Pindad dalam membangun rantai pasok lokal dan mengurangi ketergantungan impor. Hasil observasi akan menjadi bahan masukan dalam perumusan kebijakan insinyur regional ke depan.
Dalam diskusi, delegasi menyoroti potensi kolaborasi lintas negara dalam riset dan pengembangan alat pertahanan canggih, dengan fokus pada pemanfaatan sumber daya alam dan keahlian manusia lokal. Mereka menyatakan bahwa kemandirian teknologi bukan hanya soal produksi, tetapi juga kemandirian dalam inovasi dan desain. Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun jaringan insinyur ASEAN yang lebih terintegrasi dalam sektor strategis.
Tujuan utama kunjungan adalah memperkuat sinergi antara profesi insinyur dan industri pertahanan nasional, agar teknologi militer tidak hanya dikuasai oleh negara-negara maju, tetapi juga tumbuh dari akar lokal. Dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis keunggulan lokal, ASEAN berharap mampu memperkuat ketahanan regional melalui inovasi yang berkelanjutan dan berbasis kemandirian.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pendidikan AI untuk Kedaulatan Ekonomi di Era Digital
Integrasi pembelajaran kecerdasan buatan di perguruan tinggi menjadi kunci membangun sumber daya manusia unggul dan produktif dalam ekonomi global.
24 Oktober 2026

DTIIF 2026 Dorong Investasi Global di Sektor Teknologi Indonesia
Forum investasi teknologi global DTIIF 2026 akan digelar di Jakarta, menawarkan peluang kolaborasi di enam sektor strategis dengan fokus pada ekosistem berbasis sumber daya dan inovasi.
24 Oktober 2026

Teknologi Baru Percepat Pemulihan Terumbu Karang yang Memutih
Penelitian terbaru menemukan metode alami mempercepat pemulihan terumbu karang yang memutih melalui kontak fisik dengan individu sehat dari klon yang sama.
24 Oktober 2026

Microsoft Perkenalkan Layanan Berlangganan Waktu Bermain Xbox Cloud
Microsoft meluncurkan Xbox Cloud Playtime, layanan streaming game berbasis pembelian durasi waktu tanpa wajib langganan Game Pass, mulai November 2026.
23 Oktober 2026
Berita Lainnya

NASA Tancap Gas untuk Misi Pendaratan Manusia di Bulan 2028
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

PLN Gelar Diskon Tambah Daya 50% Hingga 4 November
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

Presiden Korea Selatan Buka Pintu Debat Politik Lewat AI
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

IKN Tandatangani Kerja Sama Rp4 Triliun untuk Percepatan Pembangunan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

Filipina Perkuat Perlindungan Pekerja dari Panas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

Danantara Siap Bangun BUMN Tekstil dengan Modal Rp100 T
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.32 WITA

Perlu Kajian Mendalam Usulan Perubahan Definisi Korupsi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.32 WITA

Militer AS Larang Taruhan Berbasis Informasi Rahasia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.32 WITA

