Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Investasi 2027 Dibidik Rp2,3 Puluhan Triliun di Tengah Tekanan Eksternal

Kadin menargetkan realisasi investasi Rp2,3 ribu triliun pada 2027, meski pasar modal terdampak arus keluar dana asing dan fluktuasi nilai tukar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 21.24 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 75x dibuka
Investasi 2027 Dibidik Rp2,3 Puluhan Triliun di Tengah Tekanan Eksternal📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyampaikan bahwa dunia usaha tetap berkomitmen mengejar target investasi nasional sebesar Rp2,3 ribu triliun pada tahun depan, meskipun perekonomian menghadapi tekanan dari arus keluar dana asing di pasar modal. Sejalan dengan itu, pergerakan pasar keuangan mencatat penurunan signifikan, dengan koreksi mencapai 31% sepanjang tahun ini. Jika digabungkan dengan kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebesar 7%, kerugian kumulatif yang terjadi diperkirakan mendekati 40%.

Dalam forum rapat koordinasi nasional, Anindya Bakrie menekankan bahwa kondisi ekonomi yang tidak menentu memaksa pelaku usaha untuk lebih selektif dalam menentukan langkah strategis. Ia menyoroti bahwa sekitar Rp80 triliun dana asing telah keluar dari pasar modal Indonesia selama tahun ini, menjadi indikator kecemasan terhadap stabilitas ekonomi. Meski demikian, ia menegaskan bahwa ketidakpastian bukan alasan untuk menunda investasi, melainkan momentum untuk memperkuat ketahanan bisnis.

Anindya juga mempertimbangkan risiko non-ekonomi yang berpotensi mengganggu aktivitas produksi dan distribusi, termasuk ancaman kebakaran hutan dan lahan yang masih menjadi ancaman musiman. Dalam konteks ini, kesiapan mitigasi dan adaptasi menjadi kunci agar kegiatan ekonomi tidak terganggu secara berkelanjutan. Ia menekankan bahwa krisis sebelumnya, seperti pada 1997–1998, menunjukkan bahwa masa sulit selalu mengubah struktur persaingan bisnis dan membuka ruang bagi pemain baru.

Meski pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi 6% untuk 2027, Anindya menekankan bahwa keberhasilan pencapaian target investasi tidak bisa didasarkan pada optimisme semata. Keputusan investasi harus dibangun atas analisis risiko yang mendalam, termasuk dinamika pasar global, kebijakan moneter, dan kondisi domestik. Dengan demikian, kewaspadaan dan kebijaksanaan menjadi prasyarat utama dalam menyusun strategi ekspansi.

Pihaknya tetap berkomitmen untuk mendorong iklim investasi yang kondusif, termasuk melalui koordinasi lintas sektor dan penguatan kebijakan yang mendukung hilirisasi, energi bersih, serta keberlanjutan lingkungan. Tujuannya, menjamin bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya terjadi secara kuantitatif, tetapi juga berkelanjutan dan inklusif, sekaligus mampu menghadapi tekanan eksternal tanpa kehilangan arah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya