Kamis, 8 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Investasi Strategis Indonesia ke Migas AS Melalui HighPeak Energy

PT Danatara Investment Manajemen dan PT Energi Mega Persada menanamkan modal masing-masing US$ 250 juta dan US$ 200 juta ke HighPeak Energy di Texas, memperkuat posisi energi global Indonesia.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Investasi Strategis Indonesia ke Migas AS Melalui HighPeak Energy📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) melalui entitas anaknya, PT Danatara Investment Manajemen (DIM), melakukan investasi signifikan sebesar US$ 250 juta dalam perusahaan energi asal Amerika Serikat, HighPeak Energy, melalui penerbitan saham preferen konvertibel. Langkah ini menegaskan komitmen Indonesia dalam memperluas eksistensi sektor energi di pasar global, khususnya di wilayah produksi minyak utama di Amerika Serikat. Investasi dilakukan sebagai bagian dari strategi jangka panjang DIM untuk mengembangkan portofolio aset strategis yang memberikan imbal hasil stabil dan mendukung kepentingan nasional.

Sementara itu, PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) turut berpartisipasi dengan alokasi dana US$ 200 juta, yang diharapkan mendorong sinergi operasional dan transfer teknologi dari HighPeak Energy, perusahaan pengelola minyak dan gas alam non-konvensional di Cekungan Midland. HighPeak Energy, yang berbasis di Fort Worth, Texas, memiliki akses ke lebih dari 140.000 net acres, sebagian besar di Howard County—wilayah yang menjadi pusat produksi minyak di Permian Basin. Dengan dominasi produksi minyak dalam struktur outputnya, perusahaan mampu mencapai tingkat oil cut tertinggi dibandingkan pesaing sejenis, yang turut mendukung efisiensi dan margin operasional yang kompetitif.

Keberadaan aset yang saling berdekatan memungkinkan HighPeak Energy menjalankan operasi pengeboran dan produksi secara terintegrasi, sehingga meningkatkan efisiensi logistik dan biaya operasional. Lebih dari 90 persen asetnya dikelola secara mandiri, memberikan kontrol penuh atas proses produksi. Hal ini menjadi daya tarik utama bagi investor asing yang mencari stabilitas dan kemandirian operasional dalam industri hulu migas. Investasi DIM dan ENRG diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem energi global, sekaligus membuka peluang kolaborasi teknis dan manajerial jangka panjang.

Kedua entitas menegaskan bahwa pendanaan dilakukan secara mandiri, tanpa menimbulkan tekanan terhadap likuiditas internal, sehingga tetap memungkinkan fleksibilitas dalam pengelolaan modal untuk proyek-proyek lain di masa depan. Citigroup Global Markets Singapore Pte. Ltd. bertindak sebagai penasihat keuangan, sementara Milbank LLP menjadi penasihat hukum dalam proses transaksi. Dengan keterlibatan strategis ini, Indonesia memperkuat eksistensi di pasar energi global, sekaligus memperkuat kapasitas dalam sektor strategis yang menopang ketahanan energi nasional di masa depan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya