Investor Asing Likuidasi Saham Rp94,87 Triliun, IHSG Terkoreksi 37,82%
Aksi jual bersih investor asing mencapai Rp94,87 triliun hingga 23 Oktober 2026, picu penurunan IHSG sebesar 37,82% sepanjang tahun.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.23 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Bursa Efek Indonesia mencatat arus keluar modal asing yang signifikan sejak awal tahun hingga 23 Oktober 2026, dengan total penjualan bersih mencapai Rp94,87 triliun. Angka ini menjadi salah satu pemicu utama penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berakhir di level 5.439, mengalami koreksi sebesar 37,82% dari awal tahun. Pergerakan negatif ini terus berlanjut hingga akhir pekan, dengan penutupan perdagangan Jumat (23/10/2026) menunjukkan tekanan jual yang semakin kencang.
Pada pekan terakhir, investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp6,67 triliun, setara dengan 369,83 juta dolar AS, melebihi angka pekan sebelumnya yang hanya Rp3,19 triliun (177,04 juta dolar AS). Kenaikan volume jual bersih asing mencapai 109,2% secara mingguan dalam nilai rupiah, menunjukkan peningkatan intensitas likuidasi aset di pasar modal domestik.
Pola perdagangan tetap menunjukkan dominasi investor lokal, yang menyumbang sekitar 60% dari total nilai transaksi harian, sementara investor asing berkontribusi sekitar 40%. Meskipun peran pasar domestik tetap stabil, tekanan dari aksi jual asing terus memengaruhi sentimen pasar dan memperkuat tren penurunan indeks.
Dengan data ini, kembali menjadi perhatian terhadap dinamika aliran modal asing yang berdampak langsung terhadap stabilitas pasar saham nasional. Pergerakan ini juga menggambarkan ketidakpastian global yang masih memengaruhi keputusan investasi asing, meski ekonomi domestik menunjukkan beberapa indikator penguatan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Bursa Efek Indonesia memantau aktivitas pasar tak lazim pada saham PNSE dan DKHH menyusul kenaikan harga yang tidak wajar dalam periode singkat.
24 Oktober 2026

Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Wakil Presiden Direktur PT Bumi Resources Minerals Tbk. membeli 5,5 juta saham BRMS senilai total Rp2,46 miliar dalam dua transaksi terpisah pada 22 Oktober 2026.
24 Oktober 2026

Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Inflasi inti Jepang mencapai 2,1% pada September 2026, tertinggi sepanjang tahun, mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan di akhir tahun.
24 Oktober 2026

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Investor diminta tidak asal beli saham karena harga turun, melainkan menilai kualitas bisnis dan valuasi secara komprehensif.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Prabowo Siap Salurkan Rp400 T untuk Petani dan Nelayan Tahun Depan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Pemerintah Alihkan Ekspor Gas ke Dalam Negeri untuk Kelistrikan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Stok Beras Nasional Tembus 4,56 Juta Ton, Tertinggi Sejak 1992
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

