Investor Tambah Porsi Saham Pasca-Runtuh Harga
Ratusan miliar hingga triliunan rupiah dikucurkan oleh pengendali dan petinggi emiten dalam pembelian saham di tengah penurunan pasar pasca-keputusan MSCI, dengan tujuan jangka panjang dan bukan pengendali.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 15.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 70x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pada rentang 15 hingga 19 Oktober 2026, terjadi lonjakan pembelian saham oleh pengendali dan jajaran direksi serta komisaris di sejumlah emiten, menyusul koreksi pasar akibat dampak dari pernyataan MSCI terhadap indeks pasar Indonesia. Transaksi tersebut tercatat dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, menunjukkan kepercayaan investor terhadap nilai jangka panjang emiten meski harga saham sempat mengalami tekanan. Nilai transaksi bervariasi, mulai dari ratusan juta hingga mencapai triliunan rupiah, mencerminkan komitmen kuat dari pemegang saham terkait prospek perusahaan.
Pembelian terbesar terjadi pada saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), di mana PT Sinergi Graha Kapital membeli 1,415 miliar saham pada 19 Oktober dengan harga Rp2.870 per saham, senilai Rp4,06 triliun. Transaksi ini menaikkan kepemilikan perusahaan menjadi 26,667%, meski secara resmi menyatakan bukan pengendali. Sementara itu, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk melakukan pembelian saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) sebanyak 265 juta saham pada 16 Oktober senilai Rp245,1 miliar, yang dikategorikan sebagai repurchase agreement untuk keperluan reverse repo.
Di sektor lain, PT Terang Anugrah Abadi, pemegang saham pengendali PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), menambah kepemilikan sebanyak 5 juta saham dalam dua hari, dengan total nilai sekitar Rp8 miliar. Peningkatan kepemilikan juga tercatat dari dua petinggi PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), yakni Direktur George Oetomo yang membeli 1,8 juta saham senilai Rp3,1 miliar, dan Komisaris Arif Rachmat yang menambah 623.000 saham dengan nilai sekitar Rp1,05 miliar. Keduanya menegaskan bahwa pembelian dilakukan sebagai bentuk investasi jangka panjang dan bukan untuk mengambil alih kendali.
Pembelian serupa juga dilakukan oleh Direktur PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), Raymond, yang melakukan empat kali pembelian pada 16 Oktober dengan total 1 juta saham senilai Rp1,2 miliar. Direktur PT Medela Potentia Tbk (MDLA), Juliwaty, membeli 1,384 juta saham dalam enam transaksi dengan harga rata-rata Rp200-an per saham, senilai sekitar Rp276 juta. Sementara itu, Direktur PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL), Saleh, menambah 114.800 saham pada 16 Oktober senilai Rp150 juta, meningkatkan kepemilikannya dari 0,178% menjadi 0,181%.
Seluruh aktivitas pembelian tersebut menunjukkan konsistensi kepercayaan internal terhadap nilai intrinsik perusahaan meskipun pasar mengalami volatilitas. Tujuan utama dari setiap transaksi ditegaskan sebagai investasi jangka panjang, bukan untuk mengubah struktur pengendalian. Pernyataan ini menjadi indikator kuat bahwa manajemen dan pemegang saham utama tetap optimistis terhadap prospek bisnis emiten yang bersangkutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

