Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Investor Tambah Porsi Saham Pasca-Runtuh Harga

Ratusan miliar hingga triliunan rupiah dikucurkan oleh pengendali dan petinggi emiten dalam pembelian saham di tengah penurunan pasar pasca-keputusan MSCI, dengan tujuan jangka panjang dan bukan pengendali.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 15.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 70x dibuka
Investor Tambah Porsi Saham Pasca-Runtuh Harga📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pada rentang 15 hingga 19 Oktober 2026, terjadi lonjakan pembelian saham oleh pengendali dan jajaran direksi serta komisaris di sejumlah emiten, menyusul koreksi pasar akibat dampak dari pernyataan MSCI terhadap indeks pasar Indonesia. Transaksi tersebut tercatat dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, menunjukkan kepercayaan investor terhadap nilai jangka panjang emiten meski harga saham sempat mengalami tekanan. Nilai transaksi bervariasi, mulai dari ratusan juta hingga mencapai triliunan rupiah, mencerminkan komitmen kuat dari pemegang saham terkait prospek perusahaan.

Pembelian terbesar terjadi pada saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), di mana PT Sinergi Graha Kapital membeli 1,415 miliar saham pada 19 Oktober dengan harga Rp2.870 per saham, senilai Rp4,06 triliun. Transaksi ini menaikkan kepemilikan perusahaan menjadi 26,667%, meski secara resmi menyatakan bukan pengendali. Sementara itu, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk melakukan pembelian saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) sebanyak 265 juta saham pada 16 Oktober senilai Rp245,1 miliar, yang dikategorikan sebagai repurchase agreement untuk keperluan reverse repo.

Di sektor lain, PT Terang Anugrah Abadi, pemegang saham pengendali PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), menambah kepemilikan sebanyak 5 juta saham dalam dua hari, dengan total nilai sekitar Rp8 miliar. Peningkatan kepemilikan juga tercatat dari dua petinggi PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), yakni Direktur George Oetomo yang membeli 1,8 juta saham senilai Rp3,1 miliar, dan Komisaris Arif Rachmat yang menambah 623.000 saham dengan nilai sekitar Rp1,05 miliar. Keduanya menegaskan bahwa pembelian dilakukan sebagai bentuk investasi jangka panjang dan bukan untuk mengambil alih kendali.

Pembelian serupa juga dilakukan oleh Direktur PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), Raymond, yang melakukan empat kali pembelian pada 16 Oktober dengan total 1 juta saham senilai Rp1,2 miliar. Direktur PT Medela Potentia Tbk (MDLA), Juliwaty, membeli 1,384 juta saham dalam enam transaksi dengan harga rata-rata Rp200-an per saham, senilai sekitar Rp276 juta. Sementara itu, Direktur PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL), Saleh, menambah 114.800 saham pada 16 Oktober senilai Rp150 juta, meningkatkan kepemilikannya dari 0,178% menjadi 0,181%.

Seluruh aktivitas pembelian tersebut menunjukkan konsistensi kepercayaan internal terhadap nilai intrinsik perusahaan meskipun pasar mengalami volatilitas. Tujuan utama dari setiap transaksi ditegaskan sebagai investasi jangka panjang, bukan untuk mengubah struktur pengendalian. Pernyataan ini menjadi indikator kuat bahwa manajemen dan pemegang saham utama tetap optimistis terhadap prospek bisnis emiten yang bersangkutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya