Rabu, 30 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IPIP Tegaskan Komitmen Berkelanjutan di Pomalaa

IPIP menyampaikan progres CSR di Pomalaa, termasuk pengendalian debu, pemulihan pasca banjir, dan tanggung jawab 41 persen terhadap penanganan Sungai Oko-Oko, dalam forum kolaboratif dengan pemerintah dan masyarakat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 12.00 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
IPIP Tegaskan Komitmen Berkelanjutan di Pomalaa📷 MediaKendari

Kendari, ıNarasikita - Kawasan Industri Pomalaa Indonesia Industry Park (IPIP) kembali menegaskan komitmennya terhadap pengelolaan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan. Dalam forum diskusi yang digelar oleh Yayasan Satya Bumi dan Puspaham Sultra di Kendari, Supervisor ESG IPIP, Abdul Galib, menyampaikan bahwa pendekatan yang dijalankan bersifat berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan warga sekitar.

Dalam upaya mengendalikan debu akibat aktivitas konstruksi, IPIP telah menyiapkan 17 unit kendaraan penyiram air dan 7 unit kendaraan pembersih jalan. Penyiraman rutin dilakukan setiap hari di seluruh area kawasan dan lokasi pembangunan, guna menekan dampak partikulat terhadap kualitas udara. Pemantauan kualitas udara dilakukan setiap enam bulan sesuai ketentuan RKL-RPL, dengan hasil yang selalu memenuhi standar baku mutu yang berlaku.

Sebagai respons terhadap bencana banjir yang melanda Desa Lamedai, IPIP membangun tanggul pelindung di empat titik di area persawahan dan melakukan perbaikan saluran irigasi sepanjang sekitar 2,5 kilometer. Selain itu, perusahaan juga membangun akses jalan di sekitar kawasan untuk mendukung mobilitas masyarakat. Pada Februari 2026, IPIP menyalurkan bantuan sembako dan santunan senilai Rp618,4 juta untuk menopang petani yang terdampak, serta memberikan traktor kepada petani lokal untuk mempercepat pemulihan produksi pertanian.

Khusus penanganan Sungai Oko-Oko, IPIP mengambil inisiatif menanggung 41 persen dari beban penanganan yang seharusnya dibagi oleh delapan perusahaan. Meski rencana tersebut belum berlanjut karena belum adanya persetujuan dari perusahaan lain, komitmen tersebut tetap menjadi bukti keseriusan perusahaan dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Di bidang sosial dan lingkungan, IPIP juga melaksanakan penanaman 100 pohon endemik di Kebun Raya Kolaka, aksi bersih pantai, serta penanaman mangrove. Bantuan sapi kurban diserahkan ke delapan desa sekitar kawasan, dan donasi peralatan pengelolaan sampah diberikan kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kolaka.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya