Iran Ancam Tutup Selat Hormuz Jika AS Tak Penuhi Syarat
Iran menegaskan akan terus menutup Selat Hormuz hingga Amerika Serikat memenuhi tujuh syarat dalam perjanjian sementara berdasarkan Nota Kesepahaman Islamabad.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 21.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Iran kembali menegaskan sikap tegas terhadap Amerika Serikat, menyatakan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup rapat hingga semua syarat dalam perjanjian sementara dipenuhi. Pernyataan ini disampaikan setelah Washington mengirimkan respons diplomatik melalui mediator, yang dianggap oleh Teheran sebagai upaya mengulur waktu. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menegaskan bahwa masa negosiasi yang dipenuhi retorika dan tuntutan sepihak telah berakhir, dan AS harus menyadari bahwa permainan politik tidak akan lagi diterima.
Dalam pernyataannya, Qalibaf menekankan bahwa Iran tidak akan membuka akses melalui Selat Hormuz sebelum semua poin dalam Nota Kesepahaman Islamabad terpenuhi. Ia menilai bahwa upaya AS untuk menunda proses dan memaksa kesepakatan sesuai keinginan sendiri telah kehilangan legitimasi. Kekhawatiran terhadap stabilitas jalur pelayaran internasional pun kian mengemuka, mengingat posisi strategis Selat Hormuz sebagai saluran maritim kunci global.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa jika proposal Teheran diterima, akses Selat Hormuz dapat dibuka kembali dalam jangka waktu tujuh hari. Ia menekankan bahwa solusi diplomasi tetap menjadi pilihan utama, namun Iran juga siap menghadapi segala bentuk respons dari AS, termasuk dalam skenario militer. Araghchi menegaskan bahwa Iran kini lebih siap secara strategis dibanding sebelumnya, dan siap bertindak tegas untuk melindungi kedaulatan dan kepentingan nasional.
Pernyataan tersebut menjadi isyarat jelas bahwa Iran tidak lagi bersedia menunda keputusan, terlebih jika Washington memilih jalur konfrontasi. Dengan menekankan kesiapan militer dan konsistensi dalam posisi diplomasi, Teheran menunjukkan tekad untuk tidak lagi membiarkan tekanan eksternal memengaruhi kebijakan strategisnya. Kini, fokus beralih ke Washington untuk memilih apakah akan berdialog secara adil atau menghadapi konsekuensi dari keputusan sendiri.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Jembatan Utara Kyiv Lumpuh Akibat Serangan Drone
Serangan drone Rusia merusak Jembatan Utara Kyiv, menyebabkan penutupan total jalur lalu lintas dan memicu kemacetan parah di ibu kota Ukraina.
4 Oktober 2026

BPS Perkuat Kolaborasi Statistik dengan Negara OKI
BPS mempererat kerja sama statistik dengan negara anggota OKI melalui forum internasional di Arab Saudi, fokus pada transformasi data dan penerapan standar global.
4 Oktober 2026

Timchenko, Pengusaha Rusia yang Tetap Kaya Meski Dikenai Sanksi AS
Meski terkena sanksi dari AS sejak 2014 dan dilarang bertransaksi di pasar Barat, Gennady Timchenko tetap menjadi salah satu orang terkaya di dunia dengan kekayaan mencapai Rp433 triliun berkat dominasi bisnis energi dan petrokimia di Rusia.
4 Oktober 2026

Akses Internet Terbatas di Mentawai, Warga Terpaksa Tempuh Jalur Ekstrem
Warga Kepulauan Mentawai masih menghadapi keterbatasan akses internet, menyebabkan keterlambatan pesan hingga 7 jam dan ketergantungan pada layanan tidak resmi seperti Sikakap Online.
4 Oktober 2026
Berita Lainnya

Wabup Nagekeo Meninggal Usai Pantau Perbaikan Jalan Rusak
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.30 WITA

Ben Affleck Soroti Etika Penggunaan AI dalam Sinema
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.29 WITA

EJIF 2026 Torehkan Rp2,4 Triliun dari 12 Komitmen Investasi
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.29 WITA

Pengawasan WNA di Tangerang Diperketat Pasca Temuan Pelanggaran Izin
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.29 WITA

Kota Berbasis AI dan Nilai Lokal Hadir di Bali
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.29 WITA

Warga Badui Ajak Pemerintah Jaga Hutan untuk HUT Banten ke-26
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.29 WITA

Teh Jahe Hangat Bantu Legakan Perut Kembung Malam Hari
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.28 WITA

Manager Fox Ajukan Permohonan Putar Film di Istana
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.28 WITA

