Kamis, 8 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Iran Kirim Dana Rp3,5 Triliun ke Hizbullah untuk Bantuan Warga Lebanon

Iran dikabarkan mengirim dana senilai US$200 juta atau sekitar Rp3,5 triliun ke Hizbullah untuk menopang bantuan kemanusiaan bagi warga Lebanon yang terdampak konflik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 21.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Iran Kirim Dana Rp3,5 Triliun ke Hizbullah untuk Bantuan Warga Lebanon📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sebuah sumber yang dekat dengan aliran keuangan milisi menyebutkan bahwa Iran telah melakukan transfer tunai sebesar US$200 juta—setara dengan Rp3,5 triliun—ke Hizbullah bulan lalu. Transfer tersebut dilakukan secara langsung dan diam-diam, mengingat tekanan ekonomi yang membebani Iran serta kesulitan dalam melakukan pengiriman melalui jalur formal akibat sanksi internasional.

Dalam proses pengiriman, perantara yang bertugas meminta komisi sebesar 20 persen dari jumlah total, jauh melampaui standar biasa yang umumnya hanya 5 persen. Kenaikan tarif ini disebut mencerminkan tingginya risiko operasional, terutama karena melibatkan entitas yang dikenal sebagai target sanksi oleh AS dan negara-negara Barat.

Pihak Hizbullah secara resmi mengonfirmasi menerima dana untuk keperluan kemanusiaan, namun menolak mengungkap sumber keuangan tersebut. Seorang pejabat kelompok menyatakan bahwa rencana distribusi bantuan kepada warga yang terdampak konflik akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan.

Situasi di Lebanon terus memburuk sejak konflik meluas sejak Maret, dengan ratusan ribu warga mengungsi akibat serangan Israel yang intensif. Meski Hizbullah menyatakan kesiapan memanfaatkan sumber daya dan sumbangan yang tersedia untuk menopang para pengungsi, rekonstruksi negara dinilai sangat menantang. Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, sebelumnya menyatakan dibutuhkan lebih dari US$27 miliar untuk memulihkan infrastruktur pasca dua konflik sejak 2024.

Iran sendiri tidak pernah secara terbuka mengonfirmasi dukungan finansial terhadap Hizbullah, meskipun telah lama diketahui sebagai pemasok utama. Kebijakan tersebut menuai kritik publik, terutama karena dilakukan saat Iran menghadapi krisis ekonomi dalam skala besar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya