Iran Negasi Keterlibatan dalam Rencana Serangan ke RAF Fairford
Kedutaan Besar Iran di Inggris menolak tegas tuduhan terkait rencana serangan ke pangkalan udara RAF Fairford, sekaligus ancam tindakan hukum atas narasi yang dianggap menyesatkan.
Redaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 23.04 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 13x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Kedutaan Besar Republik Islam Iran di London secara tegas membantah klaim yang menyebut negaranya terlibat dalam rencana serangan terhadap pangkalan udara militer Inggris yang menjadi basis operasional AS. Dalam pernyataan resmi yang disebar melalui kanal media sosial, pihak Iran mengecam spekulasi yang dianggap tidak berdasar dan berniat merusak reputasi negara. Pernyataan itu menekankan bahwa upaya menyalahkan Iran atas insiden di RAF Fairford merupakan bentuk narasi yang disengaja untuk menyesatkan publik.
Iran menegaskan bahwa tuduhan semacam itu tidak didukung bukti konkret dan justru mencerminkan upaya politik untuk memperkeruh ketegangan regional. Pihak kedutaan menyatakan siap mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang menyebarkan informasi yang dianggap merugikan dan menyesatkan. Ancaman hukum ini disampaikan sebagai bentuk perlindungan terhadap hak-hak negara dan rakyatnya dari fitnah yang dapat mengganggu stabilitas hubungan diplomatik.
Insiden di RAF Fairford, yang berada di wilayah Gloucestershire, menjadi perhatian internasional setelah lima warga Inggris, semua berusia pertengahan 20-an, diamankan oleh unit antiterorisme kepolisian Inggris. Penangkapan dilakukan dalam konteks penyelidikan menyeluruh terhadap dugaan rencana serangan terhadap fasilitas militer penting. Meski belum ada konfirmasi resmi mengenai tujuan atau skala rencana tersebut, kepolisian menyatakan bahwa investigasi masih berlangsung.
Pernyataan Iran menambah kompleksitas dalam konteks ketegangan geopolitik yang terus berlangsung di kawasan Timur Tengah. Namun, pihak Iran menegaskan bahwa negaranya tidak memiliki motif atau alat untuk melancarkan serangan terhadap wilayah yang dianggap netral seperti Inggris. Fokus utama Iran tetap pada perlindungan kedaulatan dan keamanan nasional, serta menolak tudingan yang tidak didukung data.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Mojtaba Khamenei Klaim Keberhasilan Usir Musuh dari Laut Arab
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyatakan pasukan musuh telah ditarik dari perairan selatan Iran hingga ke Laut Arab, sekaligus menegaskan rencana membersihkan wilayah tersebut dari kehadiran lawan.
28 September 2026

Rusia Dilemahkan di Ukraina, Tidak Mampu Serang NATO Secara Besar-besaran
Menteri Luar Negeri Polandia menegaskan Rusia tak punya kapasitas militer untuk menyerang NATO secara besar-besaran karena seluruh kekuatannya masih terkonsentrasi di Ukraina.
28 September 2026

Trump Dikabarkan Tawarkan Senjata AS Langsung ke Xi Jinping
Mantan Duta Besar AS untuk China mengungkap bahwa Presiden Trump pernah menawarkan penjualan senjata secara langsung kepada Presiden Xi Jinping, menimbulkan kekhawatiran di kalangan sekutu AS di Asia.
28 September 2026

Thom Haye Dikartu Merah, Indonesia Tertahan Malaysia di Laga Kunci
Timnas Indonesia harus bermain dengan 10 pemain usai Thom Haye dikartu merah menit ke-37, setelah pelanggaran yang direvisi oleh VAR, membuat kans lolos ke final terancam.
28 September 2026
Berita Lainnya

IHSG Terpanggang di 6.181 Usai Batas Harga Saham Rp1 Diberlakukan
Senin, 28 September 2026, 23.27 WITA

28 Saham Sentuh Level Rp43 Pasca Penurunan Batas Harga Minimum
Senin, 28 September 2026, 23.27 WITA

Subsidi BBM dan LPG 3 Kg Dipangkas untuk 2027
Senin, 28 September 2026, 23.27 WITA

BEI Bantah Aturan Harga Saham Rp1 Picu Penurunan IHSG
Senin, 28 September 2026, 23.26 WITA

Bayan Jamin Operasional Normal PascaTransaksi Saham 30 Persen
Senin, 28 September 2026, 23.26 WITA

BEI Mulai Short Selling 1 Oktober, Wajib Setor Rp50 Juta
Senin, 28 September 2026, 23.25 WITA

Pemerintah Tancap Gas Bangun Ekosistem Peternakan Terintegrasi
Senin, 28 September 2026, 23.25 WITA

Pilot dan Tahanan Bersatu Selamatkan Penumpang di Pulau Terpencil
Senin, 28 September 2026, 23.20 WITA

