Iran Siap Buka Selat Hormuz dalam Tujuh Hari Jika AS Setujui
Menteri Luar Negeri Iran menegaskan rencana pembukaan Selat Hormuz dalam tujuh hari siap dilaksanakan segera setelah Amerika Serikat memberikan persetujuan.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 12.13 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkapkan secara rinci rencana tindakan tujuh hari yang dirancang untuk membuka kembali akses melalui Selat Hormuz. Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan di markas PBB di New York, dalam kerangka sidang Majelis Umum, di tengah ketegangan regional yang terus berlanjut. Araghchi menekankan bahwa proses tersebut bisa dimulai segera, asalkan Washington memberikan persetujuan formal.
Ia menyatakan bahwa jika Amerika Serikat menyetujui rencana tersebut besok, maka masa tujuh hari akan dimulai pada hari yang sama. Proses ini, menurut Araghchi, tidak memerlukan langkah-langkah baru atau inovasi, melainkan pelaksanaan terhadap komitmen yang telah tercantum dalam nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati sebelumnya. Ia menilai tidak ada hambatan teknis atau legal yang signifikan dalam penerapannya.
Araghchi menegaskan bahwa langkah-langkah yang dimaksud merupakan tindakan konkret yang sudah terdefinisi, termasuk penyesuaian kebijakan dan koordinasi operasional dengan pihak terkait. Ia menilai, jika AS bersedia bertindak cepat, seluruh proses dapat diselesaikan dalam empat hingga lima hari saja. Hal ini menunjukkan kesiapan Iran untuk mempercepat normalisasi akses maritim di wilayah strategis tersebut.
Tujuan utama dari rencana ini adalah memastikan keamanan dan kelancaran lalu lintas kapal di Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital bagi perdagangan global. Dengan dukungan AS, Iran menyatakan siap mengambil inisiatif guna mengurangi ketegangan dan mencegah eskalasi yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Inemuri: Tidur di Kantor sebagai Simbol Kerja Keras di Jepang
Di Jepang, tidur siang di tempat kerja—disebut inemuri—dipahami sebagai bentuk kehadiran aktif, bukan tanda malas, melainkan refleksi dedikasi dan kelelahan akibat kerja keras.
26 September 2026

Prancis Siap Perkuat Pertahanan Pelabuhan Yanbu Hadapi Ancaman Houthi
Prancis akan mengirimkan pasukan, radar, dan sistem pertahanan ke Pelabuhan Yanbu Arab Saudi untuk melindungi jalur ekspor minyak pasca-serangan Houthi, tanpa terlibat langsung dalam konflik.
25 September 2026

Indonesia Ikut Walk Out Saat Netanyahu Berpidato di PBB
Indonesia bersama 76 negara lainnya melakukan walk out saat Perdana Menteri Israel berpidato di Sidang Majelis Umum PBB, menegaskan penolakan terhadap kekerasan dan pelanggaran hukum internasional di wilayah Palestina.
25 September 2026

China Perluas Layanan Lapor Diri Online untuk Turis
China meluncurkan aplikasi digital untuk pelaporan kedatangan wisatawan asing yang menginap di luar hotel, memudahkan proses administrasi tanpa perlu ke kantor polisi.
25 September 2026
Berita Lainnya

Pelabuhan Murhum Wujudkan Layanan Penumpang Terbaik di Sulawesi Tenggara
Sabtu, 26 September 2026, 13.23 WITA

Tempat Nongkrong di Bau-Bau yang Paling Asik Ada di Sini Sedhana
Sabtu, 26 September 2026, 12.24 WITA

Presiden Iran Bawa Foto Khamenei di Sidang PBB
Sabtu, 26 September 2026, 12.24 WITA

Presiden Iran Tegaskan Ketahanan Hadapi Tekanan AS di PBB
Sabtu, 26 September 2026, 12.22 WITA

Abbas Serukan Tindakan Global Hadapi Ancaman Kebangsaan Palestina
Sabtu, 26 September 2026, 12.17 WITA

Israel Coba Ajak Iran Pakai Starlink, Ditolak Mentah-Mentah
Sabtu, 26 September 2026, 12.16 WITA

IHSG Terpuruk Sepekan, Pasar Modal kehilangan Rp361 Triliun
Sabtu, 26 September 2026, 12.14 WITA

50 Pati Polri Naik Pangkat, Roycke Harry Langie Jadi Komjen
Sabtu, 26 September 2026, 12.14 WITA

