Iran Siap Lanjutkan Perlawanan, Klaim Belum Tampilkan Seluruh Potensi Militer
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menegaskan negara belum maksimalkan kemampuan militer dan siap hadapi agresi lanjutan dengan sistem produksi berkelanjutan.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 12.06 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 38x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, yang menjabat sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, menyatakan bahwa Republik Islam belum menurunkan seluruh kapasitas militer yang dimilikinya. Dalam wawancara eksklusif dengan media investigasi asal Amerika Serikat, ia menegaskan bahwa Iran tetap siap menghadapi bentuk agresi berikutnya, baik secara strategis maupun operasional. Pernyataan ini disampaikan di tengah ketegangan regional yang terus memanas dalam beberapa bulan terakhir.
Rezaei menekankan bahwa kekuatan militer suatu negara tidak bisa diukur hanya dari stok rudal atau senjata yang tersimpan di gudang. Ia menyoroti pentingnya kemampuan produksi yang tersebar, fasilitas bawah tanah, serta sistem peluncuran yang fleksibel sebagai fondasi strategis dalam konflik berkepanjangan. Persiapan ini, menurutnya, telah dilakukan selama puluhan tahun dengan fokus pada ketahanan dan kelangsungan operasional meski dalam kondisi perang berkepanjangan.
Ia menegaskan bahwa Iran telah membuktikan kemampuannya untuk terus mempertahankan siklus produksi, pengerahan, dan respons militer bahkan setelah berbulan-bulan konflik berlangsung. “Kami mampu membebankan biaya tinggi kepada lawan, bahkan dalam tahap-tahap kritis,” ujarnya, menunjukkan bahwa strategi pertahanan Iran didesain untuk menghadapi ancaman jangka panjang.
Pernyataan Rezaei juga menyoroti keunggulan sistem yang dibangun secara terdistribusi, di mana kerusakan pada satu titik tidak menghentikan keseluruhan operasi. Kemampuan memperbaiki peralatan dan menggantinya secara cepat menjadi kunci utama dalam menjaga kesiapan militer. Ia menekankan bahwa keberhasilan dalam perang modern bukan hanya soal jumlah senjata, tetapi juga kapasitas untuk beradaptasi dan berinovasi secara terus-menerus.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Iran Diklaim Perkuat Aksi Target Warga AS di Berbagai Wilayah
Intelijen AS memperingatkan peningkatan upaya Iran menargetkan warga negara Amerika di Timur Tengah dan sejumlah negara lain, menyusul meningkatnya ketegangan bilateral.
24 Oktober 2026

Jajak Pendapat Akhir Sebelum Pemilu Israel Tunjukkan Kekuatan Oposisi Melonjak
Jajak pendapat terbaru menunjukkan blok Netanyahu anjlok ke 48 kursi, sementara oposisi Yahudi naik ke 54 kursi, menandai pergeseran signifikan menjelang pemilu 27 Oktober.
24 Oktober 2026

Larangan HP di Kelas Dorong Fokus dan Peningkatan Prestasi
Studi besar di India menunjukkan pelarangan penggunaan ponsel selama kelas meningkatkan fokus belajar dan hasil akademik mahasiswa, terutama bagi yang awalnya berprestasi rendah.
24 Oktober 2026

TBLA Bantah Kaitan dengan Kebakaran Lahan Melalui PML
TBLA menegaskan tidak memiliki keterlibatan dalam pengelolaan lahan atau kegiatan usaha PML, meski terdapat hubungan transaksi suku cadang dan kesamaan pemegang saham.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Webinar Nasional Fokus Dukung Kesehatan Mental di Tengah Tantangan Hidup
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.30 WITA

Penghargaan untuk Jaksa Intel Wakatobi atas Peran Penting dalam Kampanye Anti Judi Online
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.30 WITA

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

