Iran Siapkan Operasi Militer Strategis Tekan Kehadiran AS di Timur Tengah
Iran menegaskan memiliki rencana operasional baru yang mampu memaksa kapal perang AS menjauh dari kawasan Timur Tengah dalam waktu dekat.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 15.23 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 24x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran telah menyiapkan strategi operasional baru yang dirancang untuk membatasi keberadaan kapal perang Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Hal ini disampaikan oleh Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, juru bicara militer Iran, dalam pernyataan terbaru yang menekankan peningkatan kapasitas pertahanan dan kemampuan operasional negara. Menurutnya, langkah ini merupakan respons terhadap kehadiran militer AS yang dinilai semakin menekan kedaulatan wilayah Iran.
Akraminia menegaskan bahwa kapal-kapal militer AS kini terpaksa menjaga jarak lebih dari 500 kilometer dari garis pantai Iran. Ia menambahkan bahwa saat ini tidak ada kapal perang AS yang beroperasi di Laut Oman, menunjukkan efektivitas strategi yang diterapkan. Dalam wawancara, ia menyatakan bahwa kemampuan intelijen, sistem pertahanan, serta koordinasi operasional Iran kini berada pada tingkat yang mampu mengancam keberadaan militer asing di kawasan.
Pernyataan tersebut juga menjadi respons terhadap klaim Presiden Amerika Serikat yang menyebutkan bahwa Iran kehilangan kendali atas jalur perairan strategis seperti Selat Hormuz. Akraminia menolak klaim tersebut, menegaskan bahwa sistem pertahanan Iran telah diperkuat secara signifikan melalui berbagai inisiatif strategis. Ia menekankan bahwa keberhasilan operasional yang dicapai bukan hanya hasil dari alat utama, tetapi juga kualitas strategi dan kapasitas intelijen.
Dengan rencana operasional baru ini, Iran menunjukkan komitmen untuk menjaga kedaulatan maritim dan mengamankan jalur pelayaran kunci di kawasan. Keberhasilan strategi yang dijalankan menurut Akraminia merupakan bukti bahwa kehadiran militer asing tidak dapat diandalkan untuk mengintervensi secara bebas di wilayah yang dianggap vital bagi keamanan nasional Iran.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Ai Lian Rayakan Ulang Tahun ke-7 dengan Perayaan Khusus di Chongqing
Panda raksasa Ai Lian merayakan ulang tahun ke-7 di Taman Tematik Locajoy, Chongqing, dengan menu spesial dan kehadiran pengunjung.
24 Oktober 2026

Militer AS Larang Taruhan Berbasis Informasi Rahasia
Menteri Perang AS melarang keras anggota militer menggunakan informasi sensitif untuk bertaruh di platform prediksi, setelah skandal keuntungan miliaran dari taruhan berbasis intelijen.
24 Oktober 2026

Iran Diklaim Perkuat Aksi Target Warga AS di Berbagai Wilayah
Intelijen AS memperingatkan peningkatan upaya Iran menargetkan warga negara Amerika di Timur Tengah dan sejumlah negara lain, menyusul meningkatnya ketegangan bilateral.
24 Oktober 2026

Jajak Pendapat Akhir Sebelum Pemilu Israel Tunjukkan Kekuatan Oposisi Melonjak
Jajak pendapat terbaru menunjukkan blok Netanyahu anjlok ke 48 kursi, sementara oposisi Yahudi naik ke 54 kursi, menandai pergeseran signifikan menjelang pemilu 27 Oktober.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

