Iran Siapkan Senjata Raksasa Sebagai Tanggapan Ancaman AS
Korps Garda Revolusi Iran mengonfirmasi persiapan pengungkapan 'Father of All Bombs' sebagai respons terhadap ancaman militer AS, termasuk kemungkinan penggunaan bom terkuat dunia.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 21.01 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 23x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan sedang dalam tahap akhir persiapan peluncuran senjata strategis yang disebut 'Father of All Bombs', sekaligus menegaskan peningkatan kapasitas militer secara signifikan dalam dua tahun terakhir. Pernyataan ini disampaikan oleh juru bicara IRGC, Hossein Mohebi, dalam konferensi pers pada Rabu (21/10), menyusul laporan bahwa Amerika Serikat sedang mempertimbangkan penggunaan bom GBU-43/B MOAB—bom non-nuklir terbesar milik AS—sebagai alat serangan terhadap target di Iran.
Mohebi menegaskan bahwa senjata baru tersebut merupakan respons terhadap eskalasi ancaman militer dari Washington, terutama menyusul rencana yang dikabarkan akan mengarah pada serangan ke lokasi yang diyakini menyimpan komponen program nuklir Iran. Bom MOAB, yang pertama kali digunakan pada April 2017 dalam operasi melawan ISIS di Afghanistan, memiliki bobot 9.800 kilogram dan dikenal sebagai senjata paling kuat dalam arsenal militer AS selain senjata nuklir.
Dalam pernyataannya, Mohebi menyoroti peningkatan kapasitas rudal Iran, yang kini telah melampaui 1,5 kali lipat dibandingkan saat konflik 12 hari dengan Israel pada Juni 2025. Ia menekankan bahwa kualitas, jangkauan, akurasi, dan daya hancur rudal telah mengalami peningkatan signifikan, menunjukkan kemampuan strategis yang lebih matang. Hal ini menjadi bukti bahwa Iran tidak lagi hanya berfokus pada pertahanan pasif, melainkan telah memperkuat kapasitas ofensif.
Doktrin militer Iran kini berubah secara mendasar, dari respons setelah diserang menjadi tindakan balasan proaktif. Mohebi menegaskan bahwa setiap serangan terhadap Iran akan dibalas dengan respons yang setara atau bahkan lebih intensif. Ia menyatakan bahwa pendekatan militer baru berbasis peperangan asimetris, yang memungkinkan Iran menyerang lawan dengan cara yang sulit diprediksi dan menimbulkan dampak psikologis serta strategis yang besar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Iran Diklaim Perkuat Aksi Target Warga AS di Berbagai Wilayah
Intelijen AS memperingatkan peningkatan upaya Iran menargetkan warga negara Amerika di Timur Tengah dan sejumlah negara lain, menyusul meningkatnya ketegangan bilateral.
24 Oktober 2026

Jajak Pendapat Akhir Sebelum Pemilu Israel Tunjukkan Kekuatan Oposisi Melonjak
Jajak pendapat terbaru menunjukkan blok Netanyahu anjlok ke 48 kursi, sementara oposisi Yahudi naik ke 54 kursi, menandai pergeseran signifikan menjelang pemilu 27 Oktober.
24 Oktober 2026

Larangan HP di Kelas Dorong Fokus dan Peningkatan Prestasi
Studi besar di India menunjukkan pelarangan penggunaan ponsel selama kelas meningkatkan fokus belajar dan hasil akademik mahasiswa, terutama bagi yang awalnya berprestasi rendah.
24 Oktober 2026

TBLA Bantah Kaitan dengan Kebakaran Lahan Melalui PML
TBLA menegaskan tidak memiliki keterlibatan dalam pengelolaan lahan atau kegiatan usaha PML, meski terdapat hubungan transaksi suku cadang dan kesamaan pemegang saham.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

