Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Iran Siapkan Senjata Raksasa Sebagai Tanggapan Ancaman AS

Korps Garda Revolusi Iran mengonfirmasi persiapan pengungkapan 'Father of All Bombs' sebagai respons terhadap ancaman militer AS, termasuk kemungkinan penggunaan bom terkuat dunia.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 21.01 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 23x dibuka
Iran Siapkan Senjata Raksasa Sebagai Tanggapan Ancaman AS📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan sedang dalam tahap akhir persiapan peluncuran senjata strategis yang disebut 'Father of All Bombs', sekaligus menegaskan peningkatan kapasitas militer secara signifikan dalam dua tahun terakhir. Pernyataan ini disampaikan oleh juru bicara IRGC, Hossein Mohebi, dalam konferensi pers pada Rabu (21/10), menyusul laporan bahwa Amerika Serikat sedang mempertimbangkan penggunaan bom GBU-43/B MOAB—bom non-nuklir terbesar milik AS—sebagai alat serangan terhadap target di Iran.

Mohebi menegaskan bahwa senjata baru tersebut merupakan respons terhadap eskalasi ancaman militer dari Washington, terutama menyusul rencana yang dikabarkan akan mengarah pada serangan ke lokasi yang diyakini menyimpan komponen program nuklir Iran. Bom MOAB, yang pertama kali digunakan pada April 2017 dalam operasi melawan ISIS di Afghanistan, memiliki bobot 9.800 kilogram dan dikenal sebagai senjata paling kuat dalam arsenal militer AS selain senjata nuklir.

Dalam pernyataannya, Mohebi menyoroti peningkatan kapasitas rudal Iran, yang kini telah melampaui 1,5 kali lipat dibandingkan saat konflik 12 hari dengan Israel pada Juni 2025. Ia menekankan bahwa kualitas, jangkauan, akurasi, dan daya hancur rudal telah mengalami peningkatan signifikan, menunjukkan kemampuan strategis yang lebih matang. Hal ini menjadi bukti bahwa Iran tidak lagi hanya berfokus pada pertahanan pasif, melainkan telah memperkuat kapasitas ofensif.

Doktrin militer Iran kini berubah secara mendasar, dari respons setelah diserang menjadi tindakan balasan proaktif. Mohebi menegaskan bahwa setiap serangan terhadap Iran akan dibalas dengan respons yang setara atau bahkan lebih intensif. Ia menyatakan bahwa pendekatan militer baru berbasis peperangan asimetris, yang memungkinkan Iran menyerang lawan dengan cara yang sulit diprediksi dan menimbulkan dampak psikologis serta strategis yang besar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya