Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Iran Tampilkan Trump dalam Reklame Penjara sebagai Sindiran

Iran menampilkan sosok tiruan Donald Trump di dalam sel penjara di atas papan reklame di Teheran sebagai bentuk kritik terhadap kebijakan Presiden AS.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 09.03 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 21x dibuka
Iran Tampilkan Trump dalam Reklame Penjara sebagai Sindiran📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Di tengah ketegangan diplomatik, kota Teheran menyajikan sebuah instalasi publik yang mengejek Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Papan reklame raksasa di lokasi strategis memperlihatkan replika sel tahanan dengan jeruji besi, di dalamnya ditempatkan sosok yang mengenakan kostum menyerupai Trump—dengan rambut pirang, jas, dan dasi merah.

Sosok tersebut tampak berjalan di atas lantai sel sambil memegang terali besi, menciptakan kesan seperti tahanan yang dikurung. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes simbolis terhadap kebijakan luar negeri AS, khususnya terkait intervensi militer dan sanksi yang dianggap merugikan Iran.

Reklame tersebut langsung menarik perhatian warga setempat yang berhenti untuk melihat, merekam, atau mengunggah gambar ke media sosial. Banyak yang menyambut aksi tersebut sebagai ekspresi kekecewaan terhadap kebijakan AS yang dianggap provokatif dan tidak adil.

Ini bukan pertama kalinya Iran menggunakan media visual untuk menyampaikan kritik terhadap Trump. Sebelumnya, pada awal Oktober, papan reklame serupa telah dipasang di berbagai titik kota dengan gambar drone militer AS yang diinjak sepatu bot tentara Iran, menandai ketegangan yang terus berlanjut.

Aksi tersebut menegaskan bahwa Iran tetap menggunakan sarana budaya dan simbolik untuk menyampaikan pesan politik, bahkan di tengah situasi yang memanas. Tujuannya jelas: menunjukkan ketidakpatuhan terhadap dominasi politik AS dan memperkuat narasi nasionalisme dalam konteks konflik global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya