Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Iran Tancap Gas Serang Kapal di Selat Hormuz

Iran melancarkan serangan terhadap enam kapal komersial dalam satu hari di Selat Hormuz, menekan kontrol atas jalur pelayaran strategis dan mengancam armada internasional yang melanggar batas larangan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 09.00 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 35x dibuka
Iran Tancap Gas Serang Kapal di Selat Hormuz📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Kegiatan maritim di Selat Hormuz kembali memanas setelah militer Iran melancarkan serangan beruntun terhadap enam kapal tanker dalam waktu 24 jam. Aksi tersebut merupakan respons terhadap sejumlah kapal yang dianggap melanggar zona larangan navigasi yang dideklarasikan oleh Teheran. Salah satu kapal yang menjadi sasaran adalah kapal shuttle pengangkut minyak mentah sebanyak 750.000 barel, yang meledak setelah menabrak ranjau laut setelah mengabaikan peringatan.

Komandan Angkatan Laut Garda Revolusi Islam (IRGC), Alireza Ozmaei, menegaskan bahwa setiap kapal yang menonaktifkan sistem identifikasi dan navigasi di wilayah tersebut akan diperlakukan sebagai musuh. Ia menegaskan tindakan tegas akan diberlakukan tanpa kompromi terhadap setiap kapal yang melanggar aturan yang ditetapkan. Ancaman ini dikeluarkan sebagai bagian dari strategi penegakan kendali atas terusan minyak paling penting di dunia.

Dalam pernyataan resmi, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, mengonfirmasi bahwa operasi serangan dilakukan secara rutin setiap malam. Ia menyatakan bahwa Republik Islam kini menguasai sepenuhnya jalur Selat Hormuz dan menargetkan lima hingga enam kapal setiap malam. Operasi ini, menurut Rezaei, merupakan bentuk perlawanan terhadap intervensi asing dan upaya menjaga kedaulatan maritim.

Laporan IRGC menyebutkan bahwa tiga kapal supertanker telah menjadi sasaran sejak Minggu. Kegiatan penyerangan yang intensif ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pasar energi global, dengan potensi gangguan terhadap pasokan minyak mentah dan fluktuasi harga di pasar internasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya