Iran Tancap Gas Serang Kapal di Selat Hormuz
Iran melancarkan serangan terhadap enam kapal komersial dalam satu hari di Selat Hormuz, menekan kontrol atas jalur pelayaran strategis dan mengancam armada internasional yang melanggar batas larangan.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 09.00 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 35x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Kegiatan maritim di Selat Hormuz kembali memanas setelah militer Iran melancarkan serangan beruntun terhadap enam kapal tanker dalam waktu 24 jam. Aksi tersebut merupakan respons terhadap sejumlah kapal yang dianggap melanggar zona larangan navigasi yang dideklarasikan oleh Teheran. Salah satu kapal yang menjadi sasaran adalah kapal shuttle pengangkut minyak mentah sebanyak 750.000 barel, yang meledak setelah menabrak ranjau laut setelah mengabaikan peringatan.
Komandan Angkatan Laut Garda Revolusi Islam (IRGC), Alireza Ozmaei, menegaskan bahwa setiap kapal yang menonaktifkan sistem identifikasi dan navigasi di wilayah tersebut akan diperlakukan sebagai musuh. Ia menegaskan tindakan tegas akan diberlakukan tanpa kompromi terhadap setiap kapal yang melanggar aturan yang ditetapkan. Ancaman ini dikeluarkan sebagai bagian dari strategi penegakan kendali atas terusan minyak paling penting di dunia.
Dalam pernyataan resmi, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, mengonfirmasi bahwa operasi serangan dilakukan secara rutin setiap malam. Ia menyatakan bahwa Republik Islam kini menguasai sepenuhnya jalur Selat Hormuz dan menargetkan lima hingga enam kapal setiap malam. Operasi ini, menurut Rezaei, merupakan bentuk perlawanan terhadap intervensi asing dan upaya menjaga kedaulatan maritim.
Laporan IRGC menyebutkan bahwa tiga kapal supertanker telah menjadi sasaran sejak Minggu. Kegiatan penyerangan yang intensif ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pasar energi global, dengan potensi gangguan terhadap pasokan minyak mentah dan fluktuasi harga di pasar internasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Nenek 96 Tahun Raih 15 Juta Pengikut, Bantu Biaya Panti Jompo
Nenek asal Connecticut berhasil menutupi biaya tinggal di panti jompo sebesar Rp190 juta per bulan melalui pendapatan dari media sosial.
24 Oktober 2026

<Korea Utara dan Ancaman Invasi: Realitas atau Simulasi Game?>
<Game Call of Duty menggambarkan invasi Korea Utara ke Korea Selatan, yang secara historis pernah terjadi dan kini kembali menjadi perhatian akibat perubahan sikap Pyongyang.>
24 Oktober 2026

Champi Masuki Wilayah China Setelah Guyur Taiwan dan Jepang
Topan Champi melanda China setelah merusak Taiwan dan pulau selatan Jepang, menyebabkan evakuasi massal, pemadaman listrik, dan pembatalan ratusan penerbangan.
24 Oktober 2026

Etalase Mewah Prancis Siapkan Pengamanan Ekstra Jelang Demo Besar
Banyak butik mewah di Prancis memperketat keamanan dan menutup etalase menyusul ancaman kerusuhan dalam aksi demonstrasi besar yang dijadwalkan Sabtu, menyusul kerusakan pada pekan sebelumnya.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.24 WITA

