Senin, 12 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Iran Tawarkan Syarat Baru Hentikan Konflik dengan AS

Iran menawarkan enam syarat utama untuk menghentikan perang dengan AS, termasuk pembebasan dana dan penghentian blokade, sambil menegaskan kesiapan menghadapi eskalasi lebih lanjut.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 12.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Iran Tawarkan Syarat Baru Hentikan Konflik dengan AS📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kepala keamanan Iran, Mohsen Rezaei, mengungkapkan secara eksklusif bahwa Teheran telah menyampaikan serangkaian persyaratan baru kepada Amerika Serikat melalui perantara Qatar, sebagai prasyarat utama untuk menghentikan konflik yang telah berlangsung sejak akhir Februari. Dalam wawancara dengan media internasional, Rezaei menekankan bahwa meskipun permintaan ini diperbarui, Iran kini jauh lebih siap menghadapi tekanan militer dibandingkan pada fase awal konflik, yang dipicu oleh serangan koalisi AS-Israel.

Enam poin utama yang disampaikan mencakup penghentian perang di seluruh medan, terutama di Lebanon; pembebasan dana Iran yang dibekukan senilai miliaran dolar AS; penghentian blokade laut terhadap pelabuhan Iran; penarikan campur tangan AS dalam urusan internal negara; hentinya kerja sama dengan pihak-pihak yang dianggap melawan Revolusi Islam; serta penghentian semua serangan militer terhadap wilayah Iran. Rezaei menegaskan bahwa keberhasilan negosiasi tergantung pada keinginan Washington untuk menerima syarat-syarat tersebut.

Dibandingkan dengan kesepakatan bulan Juni yang juga menyertakan penghentian perang, penghormatan kedaulatan, dan pembebasan dana, persyaratan terbaru ini tidak menyebutkan kompensasi perang secara eksplisit. Namun, tetap mempertahankan prinsip-prinsip inti seperti larangan intervensi, akses bebas ke Selat Hormuz, dan penghentian sanksi terhadap ekspor minyak. Rezaei menegaskan bahwa Iran siap menghadapi konflik yang menentukan, dengan strategi yang lebih kuat dan lebih efektif.

Pihak Amerika belum merilis respons resmi terhadap tawaran Iran. Namun, Washington memperingatkan warganya di sejumlah negara Timur Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi eskalasi tak terduga. Presiden Donald Trump pun mempersingkat kunjungannya ke Camp David, kembali ke Washington lebih awal tanpa penjelasan resmi, yang terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan, termasuk konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya