Iran Tawarkan Syarat Baru Hentikan Konflik dengan AS
Iran menawarkan enam syarat utama untuk menghentikan perang dengan AS, termasuk pembebasan dana dan penghentian blokade, sambil menegaskan kesiapan menghadapi eskalasi lebih lanjut.
Redaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 12.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kepala keamanan Iran, Mohsen Rezaei, mengungkapkan secara eksklusif bahwa Teheran telah menyampaikan serangkaian persyaratan baru kepada Amerika Serikat melalui perantara Qatar, sebagai prasyarat utama untuk menghentikan konflik yang telah berlangsung sejak akhir Februari. Dalam wawancara dengan media internasional, Rezaei menekankan bahwa meskipun permintaan ini diperbarui, Iran kini jauh lebih siap menghadapi tekanan militer dibandingkan pada fase awal konflik, yang dipicu oleh serangan koalisi AS-Israel.
Enam poin utama yang disampaikan mencakup penghentian perang di seluruh medan, terutama di Lebanon; pembebasan dana Iran yang dibekukan senilai miliaran dolar AS; penghentian blokade laut terhadap pelabuhan Iran; penarikan campur tangan AS dalam urusan internal negara; hentinya kerja sama dengan pihak-pihak yang dianggap melawan Revolusi Islam; serta penghentian semua serangan militer terhadap wilayah Iran. Rezaei menegaskan bahwa keberhasilan negosiasi tergantung pada keinginan Washington untuk menerima syarat-syarat tersebut.
Dibandingkan dengan kesepakatan bulan Juni yang juga menyertakan penghentian perang, penghormatan kedaulatan, dan pembebasan dana, persyaratan terbaru ini tidak menyebutkan kompensasi perang secara eksplisit. Namun, tetap mempertahankan prinsip-prinsip inti seperti larangan intervensi, akses bebas ke Selat Hormuz, dan penghentian sanksi terhadap ekspor minyak. Rezaei menegaskan bahwa Iran siap menghadapi konflik yang menentukan, dengan strategi yang lebih kuat dan lebih efektif.
Pihak Amerika belum merilis respons resmi terhadap tawaran Iran. Namun, Washington memperingatkan warganya di sejumlah negara Timur Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi eskalasi tak terduga. Presiden Donald Trump pun mempersingkat kunjungannya ke Camp David, kembali ke Washington lebih awal tanpa penjelasan resmi, yang terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan, termasuk konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Jasad Pria 24 Tahun Ditemukan Terbungkus Sleeping Bag di Kos
Jasad MF (24) ditemukan dalam kamar kos Kebon Jeruk, Jakarta Barat, terbungkus kain hitam menyerupai sleeping bag setelah kakaknya memesan makanan dan meminta pengecekan karena tak bisa dihubungi selama beberapa hari.
12 Oktober 2026

Tol Serang-Panimbang Perpanjang Akses ke Destinasi Wisata Banten
Ruas Tol Serang-Rangkasbitung-Cileles resmi memasuki tahap uji laik fungsi, mempercepat perjalanan ke destinasi wisata Banten dan mendukung konektivitas ekonomi regional.
11 Oktober 2026

Penutupan Bandara Riyadh Diperpanjang Imbas Serangan Rudal
Arab Saudi perpanjang penutupan Bandara King Khalid hingga malam hari setelah serangan rudal yang menewaskan 12 orang dan melukai lebih dari 300 warga dari berbagai negara.
11 Oktober 2026

Paus Leo XIV Siap Jalani Operasi Paru-paru Setelah Deteksi Benjolan Awal
Paus Leo XIV mengumumkan rencana operasi paru-paru akibat temuan benjolan terlokalisasi, disampaikan saat doa Angelus, dengan dukungan doa umat untuk kesembuhan.
11 Oktober 2026
Berita Lainnya

Jennifer dan Kirana Bantah Terlibat Skema Investasi Emas Rp25 Miliar
Senin, 12 Oktober 2026, 12.25 WITA

PISA 2025 Ungkap Keterpurukan Pendidikan Indonesia dan Ancaman Kecerdasan Buatan
Senin, 12 Oktober 2026, 12.12 WITA

Arrmanatha Nasir Resmi Jabat Menteri Luar Negeri RI
Senin, 12 Oktober 2026, 12.04 WITA

China Perketat Aturan Kursi Inovatif dan Layar Besar di Mobil
Senin, 12 Oktober 2026, 12.04 WITA

Agnez Mo Bawakan Lagu Kebangsaan di Pembukaan MotoGP Mandalika 2026
Senin, 12 Oktober 2026, 12.03 WITA

Cincin Pintar Interface Bawa Asisten AI ke Ujung Jari
Senin, 12 Oktober 2026, 12.03 WITA

Migran Iran Dihukum 11 Tahun atas Percobaan Pemerkosaan
Senin, 12 Oktober 2026, 12.03 WITA

Ruben Onsu Laporkan Akun Penyebar Video Call ke Polda Metro Jaya
Senin, 12 Oktober 2026, 12.03 WITA

