Iran Tegaskan Perdamaian Hanya Lewat Diplomasi
Menteri Luar Negeri Iran menegaskan bahwa konflik dengan AS tidak bisa diselesaikan dengan kekuatan militer atau sanksi, melainkan melalui perundingan berbasis keadilan dan martabat diplomatik.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 23.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan dalam pidato kepada para duta besar asing di Teheran bahwa tidak ada ruang bagi solusi militer dalam menyelesaikan ketegangan dengan Amerika Serikat. Ia menekankan bahwa pendekatan paksa atau tekanan ekonomi, termasuk sanksi tambahan, justru memperkeruh situasi dan tidak membawa hasil yang berkelanjutan. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap eskalasi yang terjadi sejak serangan militer AS dan Israel pada 28 Februari lalu.
Araghchi menegaskan bahwa satu-satunya jalan keluar adalah melalui perundingan yang memperhatikan keadilan, martabat, serta prinsip-prinsip hukum internasional. Ia menekankan bahwa Iran akan bertindak secara proporsional dan mempertahankan kedaulatannya bila terjadi provokasi militer. Pernyataan tersebut mengandung peringatan implisit bahwa respons Iran terhadap agresi akan jauh lebih signifikan jika dilakukan.
Sejak eskalasi, Teheran telah merespons dengan serangan rudal dan drone di berbagai wilayah kunci, serta menutup Selat Hormuz sebagai bentuk perlawanan terhadap blokade maritim yang diberlakukan oleh militer AS. Langkah ini menimbulkan kekhawatiran global terhadap stabilitas pasokan energi global, terutama karena jalur tersebut menjadi rute vital bagi perdagangan minyak internasional.
Upaya diplomasi terus berjalan sejak pencapaian kesepakatan kerangka kerja pada 18 Juni, yang menjadi batu loncatan menuju perjanjian damai permanen. Fokus utama dalam perundingan meliputi jaminan keamanan navigasi di Selat Hormuz serta keberlanjutan program nuklir Iran, yang menjadi inti dari ketegangan sebelumnya. Tujuan akhirnya adalah menciptakan kerangka keamanan yang stabil dan berkelanjutan bagi seluruh kawasan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Iran Ancam Tutup Selat Hormuz Jika AS Tak Penuhi Syarat
Iran menegaskan akan terus menutup Selat Hormuz hingga Amerika Serikat memenuhi tujuh syarat dalam perjanjian sementara berdasarkan Nota Kesepahaman Islamabad.
4 Oktober 2026

Jembatan Utara Kyiv Lumpuh Akibat Serangan Drone
Serangan drone Rusia merusak Jembatan Utara Kyiv, menyebabkan penutupan total jalur lalu lintas dan memicu kemacetan parah di ibu kota Ukraina.
4 Oktober 2026

BPS Perkuat Kolaborasi Statistik dengan Negara OKI
BPS mempererat kerja sama statistik dengan negara anggota OKI melalui forum internasional di Arab Saudi, fokus pada transformasi data dan penerapan standar global.
4 Oktober 2026

Timchenko, Pengusaha Rusia yang Tetap Kaya Meski Dikenai Sanksi AS
Meski terkena sanksi dari AS sejak 2014 dan dilarang bertransaksi di pasar Barat, Gennady Timchenko tetap menjadi salah satu orang terkaya di dunia dengan kekayaan mencapai Rp433 triliun berkat dominasi bisnis energi dan petrokimia di Rusia.
4 Oktober 2026
Berita Lainnya

Prabowo Bahas Strategi Komunikasi Pemerintah dengan Tim Bakom
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.30 WITA

IHSG Naik Ringan, Short Selling Resmi Beroperasi
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.30 WITA

Rupiah Melemah di Awal Oktober, Tekanan Inflasi dan Dolar AS Jadi Pemicu
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.30 WITA

IHSG Melemah, Saham UNTR dan MORA Unggul
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

Rosan Akan Bahas Langsung Isu Data Center di Jawa Barat
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

United Tractors Realisasi Buyback Rp2 Triliun untuk Stabilkan Pasar
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

BEI Pantau Empat Saham Akibat Pergerakan Tak Wajar
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

BRI Pertahankan Status Anggota Yearbook Keberlanjutan Global
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

