Israel Diduga Gunakan Iklan Digital untuk Mata-Mata Jutaan Ponsel
Sebuah perusahaan periklanan Israel diduga menyebarkan spyware melalui iklan digital ke jutaan perangkat tanpa persetujuan pengguna, menurut temuan peneliti dari University of Toronto.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 12.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 27x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Sebuah perusahaan teknologi periklanan asal Israel dikaitkan dengan aktivitas pengintaian global melalui platform digitalnya, yang diduga menyebarkan perangkat lunak pengintai ke perangkat seluler di berbagai negara. Penelitian yang dilakukan oleh Citizen Lab, lembaga riset digital di University of Toronto, mengungkap bahwa perangkat lunak bernama Controlium digunakan untuk menyusup ke perangkat tanpa interaksi pengguna, memanfaatkan celah dalam sistem iklan daring. Teknik ini disebut "zero-click", di mana pengguna tidak perlu mengklik iklan untuk terinfeksi, membuatnya sangat sulit dideteksi.
Operasi ini dilakukan dengan menyamarkan spyware sebagai iklan digital biasa yang terpersonalisasi berdasarkan perilaku online pengguna. Dalam praktiknya, perangkat lunak tersebut mampu mengumpulkan data sensitif seperti alamat IP, identitas perangkat, dan informasi pribadi lainnya tanpa izin atau transparansi. Hasilnya, profil digital pengguna dapat dibuat secara massal, membuka akses ke data pribadi yang sebelumnya dilindungi.
Temuan ini menyoroti kelemahan dalam sistem pengawasan iklan digital global, di mana perusahaan besar dan platform teknologi ternyata gagal mendeteksi aktivitas mencurigakan selama bertahun-tahun. Peneliti menekankan bahwa penggunaan teknologi ini oleh pihak ketiga melalui platform Discover-Tech telah berlangsung secara terus-menerus, menimbulkan kekhawatiran serius terhadap privasi digital global.
Perusahaan yang terlibat diduga telah memanfaatkan struktur iklan digital yang kompleks untuk menyelundupkan perangkat lunak berbahaya, menghindari deteksi sistem keamanan standar. Keberadaan Controlium menunjukkan potensi eksploitasi sistem digital yang sangat besar, terutama dalam konteks pengawasan oleh entitas non-negara.
Kasus ini menegaskan pentingnya transparansi dan pengawasan ketat terhadap praktik periklanan digital global, terutama ketika teknologi bisa digunakan untuk pengintaian massal tanpa kehadiran atau persetujuan pengguna. Peneliti meminta regulator dan platform digital untuk segera meninjau ulang kebijakan keamanan dan memperkuat mekanisme deteksi terhadap aktivitas mencurigakan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pendidikan AI untuk Kedaulatan Ekonomi di Era Digital
Integrasi pembelajaran kecerdasan buatan di perguruan tinggi menjadi kunci membangun sumber daya manusia unggul dan produktif dalam ekonomi global.
24 Oktober 2026

DTIIF 2026 Dorong Investasi Global di Sektor Teknologi Indonesia
Forum investasi teknologi global DTIIF 2026 akan digelar di Jakarta, menawarkan peluang kolaborasi di enam sektor strategis dengan fokus pada ekosistem berbasis sumber daya dan inovasi.
24 Oktober 2026

Teknologi Baru Percepat Pemulihan Terumbu Karang yang Memutih
Penelitian terbaru menemukan metode alami mempercepat pemulihan terumbu karang yang memutih melalui kontak fisik dengan individu sehat dari klon yang sama.
24 Oktober 2026

Microsoft Perkenalkan Layanan Berlangganan Waktu Bermain Xbox Cloud
Microsoft meluncurkan Xbox Cloud Playtime, layanan streaming game berbasis pembelian durasi waktu tanpa wajib langganan Game Pass, mulai November 2026.
23 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

