Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Israel Diduga Gunakan Iklan Digital untuk Mata-Mata Jutaan Ponsel

Sebuah perusahaan periklanan Israel diduga menyebarkan spyware melalui iklan digital ke jutaan perangkat tanpa persetujuan pengguna, menurut temuan peneliti dari University of Toronto.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 12.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 27x dibuka
Israel Diduga Gunakan Iklan Digital untuk Mata-Mata Jutaan Ponsel📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Sebuah perusahaan teknologi periklanan asal Israel dikaitkan dengan aktivitas pengintaian global melalui platform digitalnya, yang diduga menyebarkan perangkat lunak pengintai ke perangkat seluler di berbagai negara. Penelitian yang dilakukan oleh Citizen Lab, lembaga riset digital di University of Toronto, mengungkap bahwa perangkat lunak bernama Controlium digunakan untuk menyusup ke perangkat tanpa interaksi pengguna, memanfaatkan celah dalam sistem iklan daring. Teknik ini disebut "zero-click", di mana pengguna tidak perlu mengklik iklan untuk terinfeksi, membuatnya sangat sulit dideteksi.

Operasi ini dilakukan dengan menyamarkan spyware sebagai iklan digital biasa yang terpersonalisasi berdasarkan perilaku online pengguna. Dalam praktiknya, perangkat lunak tersebut mampu mengumpulkan data sensitif seperti alamat IP, identitas perangkat, dan informasi pribadi lainnya tanpa izin atau transparansi. Hasilnya, profil digital pengguna dapat dibuat secara massal, membuka akses ke data pribadi yang sebelumnya dilindungi.

Temuan ini menyoroti kelemahan dalam sistem pengawasan iklan digital global, di mana perusahaan besar dan platform teknologi ternyata gagal mendeteksi aktivitas mencurigakan selama bertahun-tahun. Peneliti menekankan bahwa penggunaan teknologi ini oleh pihak ketiga melalui platform Discover-Tech telah berlangsung secara terus-menerus, menimbulkan kekhawatiran serius terhadap privasi digital global.

Perusahaan yang terlibat diduga telah memanfaatkan struktur iklan digital yang kompleks untuk menyelundupkan perangkat lunak berbahaya, menghindari deteksi sistem keamanan standar. Keberadaan Controlium menunjukkan potensi eksploitasi sistem digital yang sangat besar, terutama dalam konteks pengawasan oleh entitas non-negara.

Kasus ini menegaskan pentingnya transparansi dan pengawasan ketat terhadap praktik periklanan digital global, terutama ketika teknologi bisa digunakan untuk pengintaian massal tanpa kehadiran atau persetujuan pengguna. Peneliti meminta regulator dan platform digital untuk segera meninjau ulang kebijakan keamanan dan memperkuat mekanisme deteksi terhadap aktivitas mencurigakan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya