Rabu, 30 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Istri Bupati Konawe Selatan Tampilkan Budaya Lokal di Ajang Nasional

Istri Bupati Konawe Selatan berhasil menampilkan motif tawanggowuna dan ambahisara dalam ajang Kriyanusa 2026, mengangkat kekayaan budaya Sulawesi Tenggara ke kancah nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 15.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Istri Bupati Konawe Selatan Tampilkan Budaya Lokal di Ajang Nasional📷 Irham Kalenggo, Bupati Konawe Selatan (Wikimedia Commons)

Kendari, ıNarasikita - Istri Bupati Konawe Selatan tampil sebagai perwakilan daerah dalam ajang Kriyanusa 2026, dengan menghadirkan karya berbasis budaya lokal yang menggambarkan identitas Sulawesi Tenggara. Ia memperkenalkan dua motif khas, tawanggowuna dan ambahisara, melalui karya seni yang menggabungkan teknik tradisional dan inovasi modern. Karya ini menjadi representasi dari keberagaman dan kekayaan adat yang terus dilestarikan di wilayah tersebut.

Penampilan tersebut mendapat apresiasi dari juri dan hadirin, yang menilai karya tersebut tidak hanya estetis tetapi juga sarat makna budaya. Motif tawanggowuna, yang berasal dari tradisi masyarakat Konawe, melambangkan keberanian dan keberadaan yang kokoh, sementara ambahisara menggambarkan harmoni dan keseimbangan dalam kehidupan sosial. Kedua motif ini disajikan dalam bentuk kain dan desain tekstil yang dipamerkan secara utuh di panggung nasional.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mempromosikan warisan budaya melalui platform nasional. Dengan hadirnya tokoh publik seperti istri Bupati, diharapkan masyarakat lebih sadar akan pentingnya pelestarian budaya lokal. Selain itu, ajang ini menjadi ruang bagi daerah lain untuk belajar dan mengadopsi pendekatan kreatif dalam melestarikan identitas budaya.

Tujuan utama dari keikutsertaan ini adalah menunjukkan bahwa budaya Sulawesi Tenggara tidak hanya hidup di ruang tradisional, tetapi juga relevan dalam konteks kekinian. Dengan mengangkat motif lokal ke panggung nasional, diharapkan muncul kesadaran kolektif untuk menjaga dan mengembangkan warisan budaya sebagai bagian dari identitas bangsa.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya