Jajak Pendapat Akhir Sebelum Pemilu Israel Tunjukkan Kekuatan Oposisi Melonjak
Jajak pendapat terbaru menunjukkan blok Netanyahu anjlok ke 48 kursi, sementara oposisi Yahudi naik ke 54 kursi, menandai pergeseran signifikan menjelang pemilu 27 Oktober.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.23 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Hasil jajak pendapat terbaru yang dirilis menjelang pemilihan umum Israel pada 27 Oktober mengungkap pergeseran kekuatan politik yang mencolok. Blok yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu kini diproyeksikan meraih 48 kursi di parlemen, menurun tiga poin dibandingkan pekan sebelumnya. Penurunan ini menandai kejatuhan signifikan dari posisi sebelumnya yang diperkirakan mendapat 51 kursi, menunjukkan peluang untuk membentuk pemerintahan semakin menipis.
Di sisi lain, blok oposisi Yahudi menunjukkan kebangkitan dengan perolehan 54 kursi, mengungguli blok Netanyahu. Pergerakan ini didorong oleh kenaikan partai-partai oposisi utama, termasuk Yashar yang dipimpin Gadi Eisenkot, Together pimpinan Naftali Bennett, Democrats yang dipimpin Yair Golan, serta Yisrael Beiteinu yang dipimpin Avigdor Lieberman. Keberhasilan ini mencerminkan dinamika politik yang kian membelah, dengan pergeseran dukungan dari pemilih moderat dan pro-perdamaian.
Secara khusus, partai-partai yang mewakili komunitas Arab juga menunjukkan stabilitas, dengan Joint List dipimpin Yousef Jabareen meraih sembilan kursi, sementara United Arab List yang dipimpin Mansour Abbas mendapatkan lima kursi. Kombinasi ini menegaskan peran penting pemilih Arab dalam menentukan keseimbangan kekuasaan di parlemen. Partai Reservists yang dipimpin Yoaz Hendel juga diproyeksikan meraih empat kursi, meski belum menentukan arah dukungan politiknya secara eksplisit.
Kondisi ini menunjukkan bahwa tidak ada blok yang mampu mengamankan mayoritas 61 kursi, sehingga kemungkinan besar akan terjadi koalisi kompleks atau pemerintahan transisi. Jajak pendapat tersebut memberikan gambaran akhir sebelum pemungutan suara, menekankan ketidakpastian politik yang makin tinggi menjelang hari pemungutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Iran Diklaim Perkuat Aksi Target Warga AS di Berbagai Wilayah
Intelijen AS memperingatkan peningkatan upaya Iran menargetkan warga negara Amerika di Timur Tengah dan sejumlah negara lain, menyusul meningkatnya ketegangan bilateral.
24 Oktober 2026

Larangan HP di Kelas Dorong Fokus dan Peningkatan Prestasi
Studi besar di India menunjukkan pelarangan penggunaan ponsel selama kelas meningkatkan fokus belajar dan hasil akademik mahasiswa, terutama bagi yang awalnya berprestasi rendah.
24 Oktober 2026

TBLA Bantah Kaitan dengan Kebakaran Lahan Melalui PML
TBLA menegaskan tidak memiliki keterlibatan dalam pengelolaan lahan atau kegiatan usaha PML, meski terdapat hubungan transaksi suku cadang dan kesamaan pemegang saham.
24 Oktober 2026

Badak Putih Eropa Tiba di Meksiko untuk Program Konservasi
Empat ekor badak putih dari Eropa tiba di kebun binatang Guadalajara, Meksiko, dalam upaya perlindungan spesies yang terancam punah.
23 Oktober 2026
Berita Lainnya

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

