Jakarta Belum Masuk Daftar Metro Terbaik Dunia
Sistem kereta metro di Jakarta belum masuk dalam peringkat 18 jaringan terbaik global, meski kota ini memiliki infrastruktur transportasi massal yang terus berkembang.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 17.36 WITA·👁 2 orang membaca· 1 hari ini · 30x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sistem transportasi kereta massal di Jakarta belum meraih posisi dalam daftar 18 jaringan metro terbaik dunia menurut penilaian independen. Daftar tersebut mencakup kota-kota dengan jaringan kereta bawah tanah atau layang yang dinilai berdasarkan efisiensi, kenyamanan, dan kontribusinya terhadap mobilitas perkotaan. Di antara kota-kota besar di Asia Tenggara, hanya Singapura yang berhasil masuk dalam peringkat tersebut, melalui sistem Mass Rapid Transit (MRT) yang telah beroperasi sejak 1987.
Metro Singapura dikenal dengan kapasitas gerbong besar, stasiun yang luas, dan integrasi tinggi dengan kehidupan kota. Stasiun-stasiun tersebut tidak hanya menjadi titik akses transportasi, tetapi juga pusat aktivitas sosial dan ekonomi. Sistem ini menjadi salah satu fondasi utama mobilitas publik di negara tersebut, berbeda dengan citra umum metro yang sering dikaitkan dengan terowongan sempit dan fasilitas terbatas.
Di sisi lain, meskipun Jakarta telah mengoperasikan sistem MRT sejak 2019 dan terus memperluas jaringannya, belum mampu memenuhi standar penilaian global yang menekankan konsistensi layanan, jangkauan, keandalan, serta pengalaman pengguna. Faktor-faktor seperti kepadatan penumpang, keterbatasan jaringan, dan keterlambatan operasional menjadi tantangan yang masih perlu diatasi.
Ketidakmasukan Jakarta dalam daftar tersebut bukan berarti sistem transportasinya tidak berprestasi, melainkan refleksi dari perjalanan yang masih dalam tahap pengembangan. Dengan komitmen pemerintah dan pengelolaan yang terus ditingkatkan, harapan besar terus digantungkan agar Jakarta mampu bersaing secara global dalam kualitas transportasi massal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Iran Diklaim Perkuat Aksi Target Warga AS di Berbagai Wilayah
Intelijen AS memperingatkan peningkatan upaya Iran menargetkan warga negara Amerika di Timur Tengah dan sejumlah negara lain, menyusul meningkatnya ketegangan bilateral.
24 Oktober 2026

Jajak Pendapat Akhir Sebelum Pemilu Israel Tunjukkan Kekuatan Oposisi Melonjak
Jajak pendapat terbaru menunjukkan blok Netanyahu anjlok ke 48 kursi, sementara oposisi Yahudi naik ke 54 kursi, menandai pergeseran signifikan menjelang pemilu 27 Oktober.
24 Oktober 2026

Larangan HP di Kelas Dorong Fokus dan Peningkatan Prestasi
Studi besar di India menunjukkan pelarangan penggunaan ponsel selama kelas meningkatkan fokus belajar dan hasil akademik mahasiswa, terutama bagi yang awalnya berprestasi rendah.
24 Oktober 2026

TBLA Bantah Kaitan dengan Kebakaran Lahan Melalui PML
TBLA menegaskan tidak memiliki keterlibatan dalam pengelolaan lahan atau kegiatan usaha PML, meski terdapat hubungan transaksi suku cadang dan kesamaan pemegang saham.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

