Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Jakarta Perkuat Posisi sebagai Pusat Ekonomi Kreatif Global

Gubernur DKI Jakarta menegaskan komitmen memperkuat ekosistem kreatif untuk menjadikan ibu kota pusat ekonomi kreatif dunia, dengan kontribusi Rp410 triliun dan dukungan kebijakan strategis.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 17.48 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 33x dibuka
Jakarta Perkuat Posisi sebagai Pusat Ekonomi Kreatif Global📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan langkah strategis untuk memperkuat posisi ibu kota sebagai pusat ekonomi kreatif global. Dalam kesempatan menjadi pembicara pada sesi Jakarta Global City: Home for the Creative dalam The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026, ia menyampaikan bahwa sektor kreatif telah memberikan kontribusi signifikan terhadap PDRB daerah, mencapai hampir 11 persen atau senilai Rp410 triliun. Angka ini menjadi bukti nyata potensi besar sektor tersebut dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta memperluas akses pasar bagi pelaku usaha lokal.

Berbagai event besar berskala internasional, seperti Festival Musik Pestapora dan konser The Weeknd, telah mampu menghasilkan perputaran ekonomi hampir Rp250 miliar dalam satu akhir pekan. Selain itu, Jakarta Fair 2026 mencatat transaksi sekitar Rp8,2 triliun dari 6,1 juta pengunjung, sementara Festival Jakarta Great Sale mampu membukukan nilai transaksi mencapai Rp26,8 triliun. Pramono menekankan bahwa aktivitas ekonomi yang tinggi harus diikuti dengan penguatan ekosistem agar manfaatnya merata, terutama bagi pelaku UMKM, kuliner, pariwisata, dan masyarakat luas.

Untuk mendukung sektor kreatif, Pemprov DKI Jakarta menerapkan kebijakan keringanan pajak sebesar 50 persen terhadap Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) untuk film nasional. Kebijakan ini diatur melalui Keputusan Gubernur Nomor 531 Tahun 2026, yang kemudian diperbarui melalui Keputusan Gubernur Nomor 591 Tahun 2026. Dukungan juga diberikan melalui Jakarta Film Commission dengan layanan Filming in Jakarta yang mempermudah proses perizinan dan kebutuhan produksi. Selain itu, Jakarta Creative Hub terus dikembangkan sebagai pusat pelatihan, kolaborasi, dan inkubasi usaha kreatif.

Pemerintah juga fokus pada penataan kawasan strategis seperti Blok M, yang dirancang sebagai hub terintegrasi antara komunitas kreatif, pelaku usaha lokal, dan sistem transportasi publik. Dengan menyelenggarakan event besar secara rutin setiap minggu, Jakarta menunjukkan komitmen penuh dalam membangun ekosistem yang mendukung inovasi dan pertumbuhan kreatif. Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengapresiasi dukungan Pemprov DKI terhadap WCCE 2026 yang diikuti lebih dari 6.100 peserta dari 80 negara, serta menyambut positif lahirnya dokumen Jakarta Vision sebagai aspirasi global yang akan dibawa ke PBB. Dokumen ini menekankan pentingnya keadilan distribusi pendapatan digital, regulasi AI, serta akses pendanaan dan pasar bagi kreator lokal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya