Kamis, 24 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Jasad Anak Buah Kapal Ditemukan di Bengkulu, Identifikasi Genetik Pastikan Korban dari Tim Liputan

Jasad pria ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, setelah terbawa arus laut dari lokasi hilangnya kapal di Selat Sunda, dan telah dipastikan identitasnya sebagai Surakman, anak buah kapal yang hilang bersama lima jurnalis dan dua awak lainnya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 12.14 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
Jasad Anak Buah Kapal Ditemukan di Bengkulu, Identifikasi Genetik Pastikan Korban dari Tim Liputan📷 BBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Jasad seorang pria ditemukan oleh nelayan di perairan Pulau Enggano, Bengkulu, pada Sabtu (12/09), sekitar 345 kilometer dari lokasi terakhir kapal Arupadhatu 1 yang hilang kontak. Hasil identifikasi genetik yang dilakukan oleh pihak kepolisian secara resmi menyatakan bahwa jenazah tersebut adalah Surakman, salah satu anak buah kapal yang ikut dalam misi liputan erupsi Gunung Anak Krakatau. Proses identifikasi dilakukan berdasarkan data biometrik dan dokumen keluarga, serta dikonfirmasi oleh Kapolda Banten Irjen Pol Hengki dalam jumpa pers di Mapolda Banten pada Rabu (23/09).

Surakman, berusia 60 tahun, merupakan bagian dari rombongan delapan orang yang berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (07/09) pukul 14.00 WIB menggunakan speedboat. Rombongan terdiri dari lima jurnalis dari berbagai media nasional dan internasional, termasuk Antara, Merdeka, iNews, Anadolu, dan media lepas, serta kapten kapal Warta, pemandu perjalanan Heriyanto, dan Surakman sendiri. Komunikasi terakhir dengan pihak lokal tercatat pada pukul 14.42 WIB sebelum hilang kontak di wilayah dekat Gunung Anak Krakatau.

Operasi pencarian gabungan yang sempat diperpanjang hingga hari kesepuluh akhirnya dinyatakan dihentikan oleh pihak berwenang pada Kamis (17/09), dengan pertimbangan bahwa upaya evakuasi tidak lagi efektif. Namun, keputusan tersebut tidak menutup kemungkinan dilakukannya pembaruan operasi jika muncul petunjuk baru. Pihak Basarnas Banten menyatakan tetap aktif dalam pemantauan wilayah pesisir Bengkulu dan Lampung, serta melakukan koordinasi intensif dengan nelayan dan instansi terkait untuk memastikan tidak ada kesempatan terlewat dalam pencarian.

Sejumlah objek material, termasuk peralatan dan sisa barang, ditemukan selama operasi, dengan total 13 objek yang telah dikonfirmasi oleh Polairud. Selain itu, tercatat adanya sinyal terakhir dari perangkat komunikasi rombongan, terdeteksi di wilayah Pulau Sebesi, Lampung Selatan, sebelum hilang kontak. Pemeriksaan log aktivitas elektronik menunjukkan aktivitas terakhir di area tersebut, yang menjadi petunjuk penting dalam menentukan arus aliran korban.

Pencarian terhadap tujuh korban lainnya masih terbuka lebar, dengan harapan bahwa temuan jasad Surakman dapat menjadi kunci untuk memperjelas arah aliran laut dan mempercepat proses identifikasi serta pencarian. Pihak kepolisian dan Basarnas menegaskan bahwa koordinasi akan terus dilakukan, serta mengajak masyarakat dan nelayan untuk tetap waspada dan melaporkan segala informasi yang mencurigakan atau berpotensi membantu.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya