Rabu, 23 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Jenazah Kru Jurnalis Hilang Ditemukan di Bengkulu

Jenazah ABK kapal jurnalis yang hilang di Selat Sunda teridentifikasi melalui DNA sebagai Surakhman, setelah proses verifikasi oleh tim DVI dan keluarga.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 15.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Jenazah Kru Jurnalis Hilang Ditemukan di Bengkulu📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Jenazah yang ditemukan di pesisir Desa Kahyapu, Pulau Enggano, Bengkulu Utara, telah dipastikan identik dengan Surakhman, salah satu awak kapal (ABK) dari rombongan jurnalis yang hilang sejak 1 September 2026. Hasil identifikasi dilakukan melalui pencocokan DNA antemortem oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Banten, yang menyatakan kesamaan genetik dengan sampel dari putra almarhum, Yayat. Penemuan ini menjadi titik terang pertama setelah operasi pencarian massal di Selat Sunda dihentikan secara resmi.

Surakhman ditemukan pada 5 September 2026, dalam kondisi hanya mengenakan celana pendek warna hitam. Ia merupakan bagian dari delapan orang yang terdiri dari lima jurnalis, dua awak kapal, dan satu pemandu, yang tengah meliput erupsi Gunung Anak Krakatau saat kejadian. Sebelum ditemukan, rombongan dilaporkan hilang setelah kapal mereka terbawa arus kuat di kawasan Selat Sunda. Proses identifikasi dilakukan setelah keluarga menyerahkan sampel DNA melalui posko kepolisian yang dibentuk untuk menangani kasus ini.

Operasi pencarian yang berlangsung selama 10 hari di wilayah Selat Sunda tidak membuahkan hasil. Titik terang muncul pada hari kelima pencarian, ketika Polda Banten menerima laporan adanya jenazah tanpa identitas di wilayah Bengkulu Utara. Berdasarkan protokol kejadian serupa sebelumnya, tim dokter forensik langsung berkoordinasi dengan Polda Bengkulu untuk pengamanan jenazah. Evakuasi dilakukan menggunakan pesawat Cessna menuju Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu untuk proses identifikasi lanjutan.

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menyampaikan hasil identifikasi dalam konferensi pers di Mapolda Banten, Rabu (23/9/2026), dengan menegaskan bahwa kecocokan DNA antara jenazah dan keluarga korban telah terverifikasi secara ilmiah. Penemuan ini memberikan kepastian hukum dan emosional bagi keluarga korban, meski tetap membawa duka mendalam atas kehilangan salah satu anggota rombongan.

Penemuan jenazah Surakhman menandai akhir dari upaya pencarian yang intensif, sekaligus menjadi pengingat akan risiko tinggi dalam peliputan bencana alam. Seluruh proses identifikasi dilakukan secara transparan dan berbasis bukti ilmiah, tanpa mengabaikan aspek kemanusiaan dalam penanganan kasus ini.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya