Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Jepang Puncaki Dunia dalam Indeks Pariwisata Global

Jepang berhasil menduduki peringkat pertama dalam indeks pariwisata global 2026 berkat performa unggul dalam aksesibilitas, infrastruktur, dan daya tarik budaya serta alam.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 21.05 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 80x dibuka
Jepang Puncaki Dunia dalam Indeks Pariwisata Global📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Jepang mengukuhkan posisinya sebagai negara dengan sektor pariwisata terbaik di dunia menurut laporan terbaru Indeks Pengembangan Wisata dan Perjalanan (TTDI) yang dirilis September 2026. Dengan skor 5,27, negara ini mengungguli Amerika Serikat yang menempati posisi kedua dengan nilai 5,23, menandai pergeseran signifikan dalam dinamika pariwisata global pasca-pandemi. Kinerja ini menjadi bukti bahwa sektor perjalanan telah tidak hanya pulih, tetapi juga tumbuh secara signifikan di berbagai belahan dunia.

Pada 2025, Jepang mencatat rekor kedatangan 42,7 juta wisatawan asing, jumlah tertinggi dalam sejarah, sekaligus menunjukkan efektivitas kebijakan promosi destinasi alternatif di luar kota-kota besar seperti Tokyo, Osaka, dan Hiroshima. Upaya pemerintah melalui Organisasi Pariwisata Nasional Jepang untuk menyebarkan kunjungan ke wilayah-wilayah kurang dikenal berhasil menyeimbangkan beban kunjungan dan memperkuat ekonomi lokal.

Pengeluaran wisatawan asing selama 2025 mencapai 9,5 triliun yen (setara Rp107,6 triliun), menunjukkan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi domestik. Faktor-faktor pendukung seperti kemudahan visa, kualitas akomodasi, serta keberadaan situs warisan dunia UNESCO menjadi pilar penting dalam penilaian indeks. Selain Jepang dan AS, Spanyol, Australia, Prancis, Jerman, Inggris, China, Swiss, dan Italia melengkapi sepuluh besar dengan skor di atas 4,90.

Peningkatan posisi Australia dari peringkat keenam ke keempat menunjukkan adaptasi cepat terhadap tren global, sementara negara-negara seperti Prancis dan Jerman mempertahankan keunggulan dalam konsistensi layanan dan keberagaman destinasi. Kinerja ini menunjukkan bahwa keberhasilan pariwisata bukan hanya soal keindahan alam, tetapi juga sistem yang mendukung mobilitas, keamanan, dan pengalaman pelancong secara holistik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya