Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Jonan Dorong Kerja Sama Tiga Negara Atasi Karhutla

Wantimpres Ignasius Jonan mendorong kolaborasi Indonesia, Malaysia, dan Singapura dalam penanganan karhutla melalui kerangka hukum ASEAN yang telah ada.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 09.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 19x dibuka
Jonan Dorong Kerja Sama Tiga Negara Atasi Karhutla📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Ignasius Jonan, anggota Dewan Pertimbangan Presiden, menegaskan perlunya pendekatan bersama antara Indonesia, Malaysia, dan Singapura dalam menangani bencana kebakaran hutan dan lahan. Ia menyayangkan kritik terbuka yang dilontarkan negara-negara tetangga, terutama dalam kondisi darurat, sementara kerangka kerja sama sudah tersedia secara regional. Menurutnya, upaya penanganan harus dilakukan secara kolektif, bukan sekadar menghakimi.

Jonan menyoroti keberlakuan ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution yang telah ditandatangani oleh 10 negara anggota pada 2002 di Kuala Lumpur dan berlaku sejak 2003. Perjanjian ini telah diratifikasi di Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2014, menunjukkan komitmen hukum yang kuat atas isu lintas batas. Ia menekankan bahwa selama kerangka hukum ini berlaku, tidak perlu lagi menunggu momen krisis untuk mengungkapkan kritik.

Ia menyarankan ketiga negara harus membangun kapasitas bersama, termasuk dalam hal peralatan, teknologi, dan sumber daya manusia yang memadai. Posisi geografis ketiga negara yang saling berdekatan—dengan Singapura dikelilingi oleh wilayah Indonesia dan Malaysia—menjadi alasan kuat untuk koordinasi lintas negara. Jonan menekankan bahwa perubahan posisi geografis tidak mungkin dilakukan, sehingga solusi harus dibangun secara kolektif.

Menurut Jonan, jika ditemukan indikasi kesengajaan dalam kebakaran, penegakan hukum harus dilakukan secara bersama. Ia menegaskan bahwa sanksi harus diberlakukan secara adil dan efektif, bukan hanya melalui kritik publik. Ia juga menyebut bahwa sejumlah perusahaan yang terlibat karhutla memiliki kaitan dengan entitas di Singapura atau Malaysia, termasuk melalui struktur kepemilikan melalui family office atau perusahaan listing.

Dengan demikian, Jonan menekankan bahwa solusi terbaik bukanlah saling menyalahkan, melainkan memperkuat kerja sama dalam penanganan dan pencegahan karhutla. Ia menutup pesan dengan menyatakan bahwa bencana ekologis seperti ini tidak bisa dihindari sepenuhnya, tetapi dapat diminimalisir jika semua pihak berkomitmen untuk bekerja sama tanpa saling menghina atau mengkritik secara emosional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya