Kades Mekuasseng Diduga Pukul Jurnalis hingga Tak Sadar di RS Jafar Harun
Seorang jurnalis investigasi asal Sulawesi Tenggara dilaporkan mengalami luka serius akibat penganiayaan diduga dilakukan oknum Kepala Desa Mekuasseng, kini dirawat intensif di RS Jafar Harun Kolaka Utara.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 17.30 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 MediaKendariKendari, ıNarasikita - Seorang jurnalis investigasi asal Sulawesi Tenggara, M. Nawir Ndepa, dilaporkan menjadi korban kekerasan berat di Desa Mekuasseng, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Kolaka Utara. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (26/9/2026) dan berawal dari aktivitas peliputan yang dilakukan korban. Menurut informasi yang beredar, korban diduga mengalami luka parah akibat serangan menggunakan sarung parang, khususnya pada bagian kepala dan telinga.
Hingga berita ini diturunkan, korban masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Jafar Harun Kolaka Utara dalam kondisi belum sadarkan diri. Foto kartu pers yang diterima oleh media menyebutkan identitas korban sebagai M. Nawir Ndepa, jurnalis investigasi dari Warta Global.Id. Keterangan tersebut menguatkan dugaan bahwa korban sedang menjalankan tugas jurnalistik saat kejadian terjadi.
Aksi kekerasan terhadap jurnalis yang sedang bertugas memicu reaksi keras dari komunitas pers di Sulawesi Tenggara. Berbagai pihak menekankan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999, yang menjamin kebebasan pers serta perlindungan terhadap jurnalis dalam menjalankan tugas. Keluarga korban dan rekan-rekan sesama wartawan mendesak kepolisian setempat untuk segera menangani kasus ini secara tegas.
“Ini bukan sekadar perkelahian biasa, melainkan penganiayaan berat yang menyebabkan kepala pecah. Tidak boleh ada oknum pejabat desa yang dianggap kebal hukum,” tegas salah satu rekan korban dalam pernyataan yang dikutip. Pihak kepolisian, termasuk Polres Kolaka Utara dan Polsek Batu Putih, diminta bertindak cepat untuk menangkap terduga pelaku dan mengungkap fakta secara transparan.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Desa Mekuasseng maupun terduga pelaku, Herman, terkait dugaan penganiayaan tersebut. Tim penyelidik masih dalam proses mengumpulkan bukti dan keterangan dari saksi. Redaksi masih berupaya mengonfirmasi kejadian dan kondisi korban langsung ke RS Jafar Harun serta pihak kepolisian.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kejagung Tetapkan 4 Tersangka Kasus Korupsi Nikel di Kolaka
Kejaksaan Agung menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola nikel di PT CNI Kolaka yang merugikan negara hingga Rp 401 miliar.
26 September 2026

Aliansi Pemuda Sultra Minta Tutup Dapur MBG Wonggeduku Pasca Temuan Bangkai Tikus
Aliansi Pemuda Sultra menggelar aksi boikot dan menuntut penutupan permanen Dapur MBG Wonggeduku pasca temuan bangkai tikus dan bau busuk dalam sidak mendadak.
26 September 2026

Dua Tahun Pimpinan ASR, Publik Minta Transparansi Kinerja
Forum Pemuda Konawe Peduli Keadilan menilai dua tahun kepemimpinan Gubernur Sultra perlu dievaluasi secara transparan terkait pencapaian program dan penggunaan anggaran.
26 September 2026

Kejati Sultra Didesak Tuntaskan Kasus Korupsi Tower Bank Sultra
Aliansi Ampuh mendesak Kejati Sultra menuntaskan dugaan korupsi pembangunan tower Bank Sultra senilai Rp7,7 miliar yang berawal dari temuan BPK.
26 September 2026
Berita Lainnya

Paspor Dibungkus Alumunium, Apakah Benar Cegah Pencurian Data?
Sabtu, 26 September 2026, 17.53 WITA

Makanan Sehat untuk Hamster: Panduan Lengkap dari Pelet hingga Camilan
Sabtu, 26 September 2026, 17.50 WITA

SIM Wajib Diperpanjang Tiap 5 Tahun, Bukan Karena Administrasi
Sabtu, 26 September 2026, 17.48 WITA

Pemutihan Pajak Kendaraan Jateng Berlanjut Hingga Desember 2026
Sabtu, 26 September 2026, 17.47 WITA

Mobil-mobil Legendaris Dihentikan Produksi, Harga Bekasnya Masih Kompetitif
Sabtu, 26 September 2026, 17.47 WITA

Mengisi Baterai Semalaman: Aman atau Berisiko?
Sabtu, 26 September 2026, 17.45 WITA
Penyu Laut Langka Bertelur di Pantai California, Pertama Kali Diamati Secara Alami
Sabtu, 26 September 2026, 17.39 WITA

Australia Bentuk Satgas Tangani Akses AI Ilegal ke Data Kesehatan
Sabtu, 26 September 2026, 17.37 WITA

